Chat with us, powered by LiveChat

Kamis, 11 Mei 2023

Tentang Seblak Bandung by qiuslot88

Seblak adalah salah satu makanan khas Sunda tepatnya Bandung yang kini populer di kalangan luas.

Makanan yang identik bercita rasa gurih pedas dengan rempah kencur itu kini bisa dengan mudah dicari dan dibuat.



Belakangan bahkan seblak telah dimodifikasi isian atau toppingnya.

Sekarang sudah lumrah jika kita melihat sajian seblak berisi kerupuk, telur, siomay, ceker, cilok hingga bakso.

Bahkan ada juga yang menambahkan aneka bakso ikan hingga sayur yang biasanya menjadi isian steamboat atau suki

Padahal, dahulu isian seblak sederhana, hanya kerupuk yang direndam di air panas yang kemudian dimasak dengan bumbu halus berupa bawang putih, kencur dan cabai rawit.

Sejarah dan Asal-usul Seblak

Tak ada catatan sejarah yang pasti kapan seblak pertama kali ditemukan.

Juga keterangan atau informasi yang menyebutkan jika seblak berasal dari Bandung.

Namun ada berbagai teori menurut keterangan dari berbagai sumber.

Konon seblak sudah ada sejak jaman kemerdekaan di Parahyangan.



Di Garut, ada makanan yang disebut kurupuk leor yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia yakni kerupuk lemas.

Karena kerupuk mentah yang seharusnya digoreng, dimasak dengan bumbu bawang putih dan cabai rawit.

Mungkin ini menjadi cikal bakal kreasi seblak yang kini telah memiliki pamor di para pecinta kuliner.

Sebelum tenar seblak khas Sunda, di daerah Sumpiuh Jawa Tengah juga ada makanan yang serupa yakni kerupuk godog atau kerupuk rebus.

Namun dari penelusuran, baik kerupuk leor atau kerupuk godog, tidak menggunakan kencur.

Padahal bahan kencur inilah yang menjadi ciri khas sekaligus cita rasa yang identik dengan seblak.

Ada juga sumber yang menyebutkan asal-usul seblak bermula dari persediaan kerupuk yang melimpah di Bandung kala itu.

Kerupuk yang sudah lama saat digoreng tidak seenak kerupuk yang baru dibuat.

Kerupuk lama juga lebih keras dan susah dikunyah.

Karena kerupuk lama menumpuk, seringkali dibuang begitu saja.

Lama kelamaan orang merasa sayang untuk menyia-nyiakan atau membuang kerupuk.

Sehingga kemudian muncul berbagai ide dan kreasi untuk mengolah kerupuk lama hingga terciptalah seblak.

Seblak bukan termasuk resep kuliner legendaris khas Sunda, asal-usul seblak karena kreasi masyarakat Sunda yang senang bereksplorasi dengan bahan makanan berbahan tapioka.

Lihat saja berbagai makanan yang terbuat dari tapioka atau aci yang masih eksis hingga kini.

Seperti cireng, cilok, cipuk, cimol, cibay, cipak dan masih banyak lagi.

Seblak adalah hasil kreativitas masyarakat Sunda mengolah bahan baku yang tersedia hingga menjadi satu masakan yang unik dan ternyata banyak diminati.

Makanan seblak ini mulai populer di sekitar tahun 2000an hingga saat ini.

Arti Seblak

Kata seblak menjadi sebutan untuk masakan berbahan kerupuk mentah dengan bumbu bawang putih, kencur dan cabai rawit.

Banyak yang penasaran dengan arti seblak.

Jadi apa arti seblak?

Nyeblak dalam bahasa Sunda memiliki arti mengagetkan.

Ada juga yang menyebut, seblak berasal dari kata 'segak atau 'nyegak' yang artinya menyengat.

Bisa disebut jika arti kata mengagetkan dan menyengat ini pas dengan karakter makanan seblak yang bikin kaget dan menyengat karena pedas.

Namun tidak semua seblak harus pedas yang sampai mengagetkan atau menyengat, karena level kepedasan ini bisa disesuaikan dengan selera.

Kamu bisa mengatakan level pedasmu pada penjualnya sebelum dibuat ya!

Ciri Khas Seblak

Sebenarnya seblak adalah makanan berkuah pedas dengan berbagai isian.

Banyak makanan seperti ini yang bisa dijumpai seperti mi kuah pedas, sup pedas, tom yum dan masih banyak lagi.

Namun ada yang menjadi ciri khas seblak yang tidak ada dalam makanan lain.

Yang pertama, bumbu seblak wajib menggunakan kencur atau cikur dalam bahasa Sunda.

Sensasi rasa kencur yang pahit, pedas terasa hangat saat menyentuh lidah dam masuk perut.

Dengan aroma yang khas, kencur juga memiliki khasiat meningkatkan nafsu makan serta meredakan sakit tenggorokan dan batuk.

Selain itu, yang membedakan seblak dengan makanan sejenisnya bahan kerupuk berwarna oranye yang biasanya menjadi toppingnya.

Resep dan Cara Membuat Seblak

Seblak kini bisa dengan mudah ditemukan di berbagai titik, bukan hanya di Kota Bandung, namun juga di berbagai daerah.

Kreasi seblak pun kini sudah semakin beragam hingga membuat penggemarnya makin luas.

Makanan yang bertekstur kenyal ini memiliki rasa yang pedas gurih yang nikmat.

Ada banyak variasi topping dan juga juga kemasan penjualannya.

Varian seblak di masa kepopulerannya yakni berupa seblak basah dengan isian telur, siomay, makaroni, ceker, tulang ayam, mi basah, bakso, basreng, batagor, bakso aci, kwetiau, kikil dan masih banyak varian seblak basah lainnya.

Rabu, 10 Mei 2023

Tentang Rujak Cingur by qiuslot88

Siapa sih yang tidak tahu tentang rujak cingur?

Kuliner asal Surabaya ini menjadi salah satu makanan yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia. Namun, dibalik kelezatannya yang luar biasa, ada cerita unik dalam sejarah rujak cingur.



Dilansir dari Fimela, rujak cingur kabarnya sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

Bahkan, makanan ini diyakini bukan berasal dari Indonesia tapi dari Mesir.

Benarkah hal tersebut? Mari simak kisah sejarah rujak cingur berikut.

Sejarah tentang rujak cingur beberapa waktu lalu sempat menjadi perbincangan hangat di Twitter.

Dalam kanal media sosial tersebut, seorang warganet menceritakan bahwa rujak cingur ternyata berasal dari Mesir dan bukan makanan ‘asli’ Surabaya.

Hal ini sendiri berdasarkan sebuah hikayat dari Mesir yang menceritakan bahwa asal-usul nama rujak cingur berasal dari seorang pria bernama Abdul Rozak.

Abdul Rozak adalah seorang koki yang hidup di Mesir pada ratusan tahun lalu.

Suatu hari, Rozak terinspirasi dengan makanan berbahan dasar sayuran yang banyak dimakan oleh orang-orang Eropa.

Dia lantas mencoba sebuah resep dengan mencampurkan berbagai macam sayuran seperti kecambah, daun bayam, bengkoang, sampai nanas.



Agar lebih nikmat, Rozak menyiram makanan tersebut dengan saus kacang.

Tak disangka, makanan sederhana tersebut memiliki rasa yang lezat dan banyak disukai.

Hingga akhirnya Raja Firaun membuat sebuah sayembara untuk rakyatnya bahwa ‘Siapa saja yang membawakannya makanan istimewa dan enak, maka akan dikabulkan semua permintaanya’.

Dalam hikayat tersebut, Rozak mencoba mengikuti sayembara dan berhasil menang dengan menyajikan rujak yang diambil dari namanya sendiri.

Rozak lantas meminta sebuah kapal yang digunakannya untuk berlayar ke luar negeri.

Pada akhir hikayat tersebut, Abdul Rozak disebut tiba di Tanjung Perak, Surabaya dan mulai menyebarkan resep ini ke masyarakat sekitar.

Dia juga mulai menemukan formula untuk menyempurnakan resep rujak tersebut dengan menggabungkan cingur sapi, petis, dan juga pisang klutuk yang ada di Indonesia.

Namun, sayangnya kisah hikayat ini masih belum bisa dijelaskan secara scientific karena terbataskan sejarah.

Beberapa ahli makanan tanah air pun menyebut sejarah rujak cingur ini hanyalah ‘guyonan’ belaka untuk semakin mempopulerkan rujak cingur di dalam negeri.

Dilansir dari Tirto.id, pengamat kuliner di Jawa Timur dari Universitas Brawijaya, Ary Budiyanto memberikan pendapatnya.

Dia mengatakan sejarah rujak cingur berawal dari makanan salad buah yang dibawa oleh pihak kolonial Belanda di Indonesia.

Salad buah itu lantas berbaur dengan makanan lokal bernama djanganan.

Djanganan adalah salah satu resep kuliner yang dibuat berdasarkan campuran kacang panjang, tauge, kol, daun kacang, timun, kangkung, dan buncis.

Dalam buku Kokki Bitja, Kitab Masak-Masakan Hindia, Jang Baharoe dan Sampoerna (1864) yang ditulis oleh Cornelia, djanganan juga disiram menggunakan saus cabe, gula merah, terasi, asam, dan petis.

Ary pun lebih percaya bahwa rujak cingur merupakan percampuran makanan asli Belanda dengan berbagai macam bahan lokal di tanah air dibandingkan berasal dari Mesir.

Hal ini dikuatkan dengan tidak cukup banyaknya bahan makanan untuk membuat rujak cingur di Mesir.

Sehingga teori sejarah rujak cingur merupakan makanan kesukaan Raja Firaun hanya berakhir sebagai mitos belaka.

Demikian tadi ulasan lengkap tentang sejarah rujak cingur.

Ternyata makanan ini tak hanya terkenal karena kelezatannya, tapi juga memiliki kisah masa lalu yang luar biasa.

Apalagi rujak cingur konon katanya jadi salah satu makanan favorit Raja Firaun di Mesir.

Selasa, 09 Mei 2023

Tentang Batagor Bandung by qiuslot88

Batagor, mungkin sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Pulau Jawa.

Yang masih belum tahu kata ini pasti tahu kalau batagor adalah jajanan tradisional yang berasal dari tanah sunda. 



Batagor adalah makanan yang terbuat dari ikan dan tepung yang dibungkus dengan pangsit atau tahu. Hidangan ini sangat mirip dengan baso tahu kukus, hanya saja bahan dasarnya sama.

Yang unik dari batagor ini adalah terbuat dari baso tahu yang dikukus

Makanan tradisional ini dapat dengan cepat berkembang di tanah Jawa karena rasanya yang enak dan  cita rasa asli Indonesia.

Hanya saja masakan ini bisa dikatakan cukup mengenyangkan dengan banyak karbohidrat dari tepung dan protein dari tahu. 

Tentunya sangat cocok bagi para pecinta kuliner yang suka mengenyangkan makanan ringan. 

Berasal dari negeri Sunda, Taste Atlas pernah menobatkan makanan ini sebagai makanan tradisional terbaik se-Asia tahun 2021.

Jadi jangan heran kalau makanan ini termasuk makanan terlezat di Asia.

Namun ada fakta unik lain tentang jajanan favorit orang Indonesia ini, simak penjelasannya berikut ini. 

Sejarah Batagor

Jajanan khas Kota Bandung ini rupanya memiliki sejarah yang cukup menarik untuk dibahas.

Pasalnya, ternyata makanan ini tidak 100% buatan orang Sunda, melainkan pertama kali diracik oleh masyarakat Jawa Tengah.



Pedagang pertama yang memperkenalkan masakan ini adalah penjual bakso tahu kukus bernama Isan

Mengutip dari berbagai sumber, Isan baru pertama kali mementaskan batagori.

Isan yang merupakan pendatang asal Jawa Tengah datang ke Tanah Sunda untuk mencari peluang kerja. Namun, saat datang ke kota Bandung, mencari pekerjaan di kota kembang mungkin tidak semudah yang ia pikirkan. Karena itu, ia harus menganggur selama tiga bulan saat tiba di Bandung.

Karena Isan tidak dapat pekerjaan, akhirnya ia memutuskan untuk ikut berjualan bakso tahu kukus. Pada akhir 1960-an, ia mulai berjualan bakso tahu kukus di Kopo sewaan di Bandung.

Isan mengatakan, dia membuat bakso tahu goreng karena penjualannya saat itu  tidak terlalu bagus, dan akhirnya dia membagikan dagangannya ke tetangganya.

Ia pertama kali membuat bakso tahu goreng pada tahun 1968, namun kemudian ia masih membagikan sisa bakso kepada tetangganya dan mulai menjualnya pada tahun 1970-an.

Dia menyajikan bakso tahu yang sudah digoreng  agar tidak cepat habis.

Karena sering berbagi bakso tahu goreng, banyak tetangganya yang  mulai  memesan bakso tahu.

Penjual bersuara lembut itu tidak menyangka  bakso tahu gorengnya yang biasa saja bisa menjadi peluang penjualan baru.

Pengembangan bisnis 

Saat mencoba berjualan bakso tahu goreng, ternyata makanan tersebut bisa diterima oleh pembeli lain. Lambat laun usaha bakso tahu mulai berkembang dan cara pengolahan bakso tahu goreng pun  berubah.

Awalnya ia membuat batagori setelah bakso tahu dikukus, lalu digoreng.

Namun, cara tersebut memakan waktu lama, sehingga ia mengganti cara penyajiannya dengan menggoreng batagori mentah langsung dengan pasta atau tahu.

Alhasil, batagornya tetap renyah dan tidak mengubah  rasa aslinya, sehingga ia menggunakan cara tersebut untuk membuat batagornya.

Kabar bakso tahu gorengnya menyebar ke luar kota, maka pada tahun 1985 ia mulai berjualan di rumah yang lebih besar.

Setelah membuka tokonya, batagor miliknya menjadi terkenal dan pada tahun 1991 tempatnya diberi nama Batagor Haji Isan.

Meski penemu batagori meninggal dunia pada tahun 2010, usahanya terus berkembang dan akhirnya memiliki nama yang sangat terkenal di Indonesia.

Bahkan setelah boom makanan, pedagang kaki lima lainnya mulai menggunakan batagori sebagai peluang bisnis.

Hingga saat ini penjual batagori semakin berkembang dan terus banyak disukai oleh masyarakat Indonesia.

Makanan yang diproduksi secara acak dapat memberi banyak orang buah-buahan manis untuk memenuhi kebutuhan finansial mereka.

Minggu, 07 Mei 2023

Tentang mie Kocok Bandung by qiuslot88

Ingin lidah anda bergoyang karena menikmati kelezatan makanan? Cobalah mie kocok, salah satu kuliner khas Nusantara yang cocok disantap dalam berbagai suasana.

Mie kocok merupakan kuliner lintas generasi karena bisa dinikmati oleh siapapun, baik anak-anak hingga orang tua.

Meski penjualnya ditemukan di berbagai daerah, ternyata mie kocok berasal dari Bandung, Jawa Barat.

Tidak diketahui bagaimana mie kocok ini ditemukan. Tapi yang pasti, mie berasal dari Tiongkok sekira 4000 tahun lalu.



Menurut Suryatini N. Ganie dalam Dapur Naga di Indonesia, hal itu dibuktikan dari penemuan sekelompok arkeolog di wilayah Lajia di bagian utara Tiongkok berupa sebuah guci yang di dalamnya terdapat mie halus berwarna kekuningan dengan panjang sekira 50 cm.

Analisis lebih lanjut menunjukkan mie tersebut terbuat dari biji-bijian rumput, bukan dari tepung gandum sebagaimana lazimnnya dewasa ini.

Dari Tiongkoa, mie menyebar ke penjuru dunia, termasuk Indonesia. “Mi dibawa ke kepulauan Nusantara oleh para pedagang Tiongkok yang datang untuk mencari rempah-rempah, tetapi kemudian malah menetap, terutama di pesisir utara pulau Jawa,” tulis Suryatini.

Mie kemudian diolah menjadi beragam sajian makanan yang disukai hampir semua kalangan.

Salah satunya mie kocok.



Menurut Badri Hidayat dkk dalam 100 Tempat Jajan dan Makanan Legendaris di Bandung, nama mie kocok berasal dari cara pembuatannya, yaitu dengan mencelup-celupkan dan mengocok mie dan tauge ke dalam air panas hingga sedikit layu.

Di Jawa Tengah, terutama Wonosobo, ditemukan mie kopyok yang teknik pembuatannya sama persis. Meski begitu, tidak semua warung makan yang menyediakan mie kocok menggunakan cara pengolahan demikian.

Mie kocok menggunakan bahan baku mie telor. Mie jenis ini mudah dijumpai di pasar tradisional maupun supermarket.

Meski demikian, pengusaha warung mie kocok lebih suka membuat mie sendiri ketimbang membeli yang sudah jadi. Selain dirasa lebih murah, hal ini tentu untuk mempertahankan citarasa khas yang dimiliki pengusaha yang membuka warung mie kocok tersebut.

Selain mie telor sebagai bahan utamanya, kuliner ini menggunakan bahan-bahan lain seperti sayuran sawi dan tauge, daging, bakso, daun bawang, dan bawang goreng.

Membuat mie kocok ternyata tidak serumit yang dibayangkan.

Mulanya, masak air hingga mendidih. Kemudian masukkan mie telor beserta sayuran sawi dan tauge. Setelah itu dilanjutkan dengan memasukkan potongan daging dan bakso.

Setelah mie dan sayuran sudah tampak layu, barulah dimasukkan bumbu. Bumbu yang digunakan untuk membuat kuah kaldunya terdiri dari kemiri, bawang putih, merica, dan garam. Selain bahan utama mie telor, bumbu inilah yang juga menentukan citarasa dari mie kocok Bandung.

Tapi jika Anda lebih suka yang praktis, datangi saja penjual mie kocok. Rasanya tentu lebih nikmat dan menggoyang lidah.

Umumnya penjual memiliki cara pembuatan dan penyajian masing-masing yang menjadi ciri khasnya.

Beberapa penjual mie kocok menggunakan bara api dari arang agar kaldu dan aroma lebih terasa.

Kaldu biasanya didapat dari daging, kikil, dan tulang yang berisi sum-sum yang direbus selama berjam-jam. Dengan cara ini aroma kaldu terjaga, sementara daging dan kikilnya lembut saat dinikmati di lidah.

Untuk bumbu, ada yang menambahkan daun salam, sereh, dan jahe untuk menghilangkan bau anyir tulang.

Ada juga yang menambahkan kunyit, ketumbar, tenggiri, serta bawang putih untuk menambah rasa serta aroma kuah.

Penjual mie kocok bisa ditemui di banyak tempat di Indonesia, terutama di Bandung. Ada yang menjual dengan gerobak keliling, di warung kaki lima, kafe dan restoran, hingga hotel.

Usaha mie kocok ditekuni sejumlah orang sejak dulu.

Koran Algemeen Indisch dagblad yang terbit tanggal 14 Februari 1947 memajang sebuah iklan restoran di Bandung bernama Hoa Sang.

Selain memiliki menu ala Eropa, restoran ini punya menu andalan, yakni mie kocok dan mie pangsit. Pengelolanya adalah Lim Tjie –anaknya, Lim Wasim, di kemudian hari menjadi salah satu pelukis istana kesayangan Presiden Sukarno.

Menurut Haryoto Kunto dalam Semerbak Bunga di Bandung Raya, keberadaan mie kocok paling tenar ada di kawasan Bojongloa, Pasirkaliki, dan Kebun Binatang.

Sementara R.O. Simatupang dalam Pedoman Tamasja Djawa Barat yang terbit tahun 1960-an menyebut mie kocok yang terkenal berada di Kebon Tangkil (Gardu Jati), di seberang dari penyewa perabotan Lim Tjhia. “Tetap selainnya itu ada banyak juga yang menjual keliling,” ujar Simatupang.

Kini, penjual mie kocok legendaris tersebar di beberapa kawasan di Kota Bandung. Beberapa di antaranya berdiri pada 1960-an dan 1970-an.

Sebut saja Mie Kocok Haji Endan, Mie Kocok Persib, Mie Kocok Subur, Mie Kocok Saad, Mih Kocok Bandung Mang Dadeng, Mie Kocok SKM, dan Mie Kocok Cepay.

Harga satu porsi mie kocok lengkap dengan campuran daging dan bakso relatif terjangkau sehingga masyarakat umum bisa menikmati kuliner khas Nusantara yang satu ini.

Apalagi banyak penjual mie kocok ditemukan di berbagai tempat dengan beraneka label dan brand.

Jumat, 05 Mei 2023

Tentang Semanggi suroboyo by qiuslot88

Semanggi atau Pecel Semanggi adalah sejenis makanan khas Surabaya, Jawa Timur, dibuat dari daun semanggi yang dikukus dan kemudian dinikmati dengan sambal pedas yang nikmat.

Semanggi juga dapat dihidangkan dengan kecambah, kangkung, kerupuk puli yang terbuat dari beras, serta bumbu yang terbuat dari ketela rambat.



Saus atau bumbu yang digunakan dalam makanan semanggi memiliki bahan baku serta rasa yang berbeda.

Di Banyuwangi, sambal semanggi dibuat dari cabai, serai, belimbing, dan sedikit gula jawa.

Penjual semanggi di Surabaya menggunakan sambal yang dibuat dari gula jawa (lebih banyak), terasi, dan cabai.


Pecel Semanggi Surabaya sejak zaman dahulu biasanya dijual oleh kaum ibu-ibu menggunakan jarit dan selendang untuk memanggul keranjang semangginya, berjalan kenes dan berteriak-teriak menawarkan dagangannya di perkampungan ataupun pasar tradisional di Surabaya. Penyajian pecel tersebut sangat khas karena ditiriskan di atas pincukan daun pisang dan menggunakan sendok dari kerupuk puli yang terbuat dari beras. Dalam seporsi pecel, daun semanggi kukus ditiriskan dengan berbagai sayuran pelengkap seperti kangkung, kecambah, kembang turi, dll., lalu disiram dengan bumbu pecel kaya rasa berbahan paduan sambal kacang dan ubi jalar.




Pecel Semanggi Surabaya juga diabadikan dalam bentuk karya seni musik keroncong berjudul Semanggi Suroboyo yang diciptakan dan digubah oleh seorang musisi keroncong, S. Padimin pada era tahun 1950-an. Musik tersebut menggambarkan pecel semanggi (juga lontong balap) yang dijual dan kerap dikonsumsi oleh warga Surabaya. Selain daripada itu, Pecel Semanggi Surabaya sering dimunculkan dalam kesenian ludruk. Sering dalam setiap pertunjukan, dimunculkan lakon penjual pecel semanggi, yang menggambarkan situasi dan kondisi tentang kehidupan sehari-hari warga Surabaya.

Kamis, 04 Mei 2023

Tentang Lontong Balap Pak Gendut Surabaya by qiuslot88

Berbicara mengenai kuliner khas Surabaya, tentunya yang diingat adalah lontong balap.

Salah satu lontong balap legendaris di Surabaya ialah Lontong Balap Pak Gendut.



Kuliner ini sudah ada sejak 1958.

Lontong balap isinya lontong, ditambah tauge, irisan tahu goreng, lentho serta taburan bawang goreng. Pelengkapnya ada sate kerang.

Menu ini selalu dicari karena rasanya yang enak.

Kenikmatan kuliner dengan cita rasa gurih dan sedikit manis ini, bisa ditemukan di Jalan Embong Malang Nomor 38, Genteng Surabaya.



Ciri khas sate kerang di lontong balap Pak Gendut ditambahkan bumbu kecap yang semakin menggugah selera makan.

Satu porsi lontong balap legendaris Kota Surabaya ini harganya Rp17 ribu.

Untuk satu porsi sate kerang, Anda cukup menambah Rp17 ribu saja.

Porsinya lumayan juga untuk membuat perut kenyang.

Sejarah

Awalnya, Abdul Rochim atau biasa disapa Pak Gendut menjajakan lontong balap dengan rombong pikulan.

Ciri khas rombong pikulan ini juga masih dipertahankan di warungnya.

Setelah itu, Pak Gendut berpikir untuk mendirikan warung pertamanya bertempat di trotoar Jalan Kranggan Surabaya, pada 1958.

Ia memakai nama Lontong Balap Garuda.

Warung tersebut kemudian diwariskan kepada anaknya tahun 1987.

Namanya diubah jadi Lontong Balap Pak Gendut, pada 1995.

Sehubungan dengan adanya penertiban pedagang kaki lima (PKL) oleh Pemkot Surabaya, Pak Gendut mencari lokasi berjualan yang strategis.

Ia lantas pindah ke sebuah ruko di Jalan Prof Dr Moestopo, sekaligus membuka cabang di Jalan Embong Malang.

Itu dilakukan pada Oktober 2012 silam.

Saat ini, lontong balap Pak Gendut hanya berpusat di Jalan Embong Malang.

Cabang yang lain sudah ditutup akibat pandemi COVID-19.

Warung ini dikelola oleh putranya bernama Aris.

Ia tetap mempertahankan resep lontong balap warisan sang ayah, khususnya lento dan sambal buatan sendiri tanpa ada campuran.

Resep warisan itu yang membuat kuliner legendaris ini menjadi favorit warga Kota Surabaya, bahkan terkenal hingga ke luar kota.

Tak bisa datang langsung ke warungnya, banyak pelanggan yang pesan layanan ojek online.

Sebagai informasi, lontong balap Pak Gendung buka mulai pukul 09.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Rabu, 03 Mei 2023

Tentang Warung Kongde Surabaya by qiuslot88

Warung Kongde atau Bokong Gede di Surabaya sudah eksis selama 25 tahun.

Ada kisah unik dari nama warung plus aneka lauk yang mencuri perhatian ini.



Pemilik warung Siti Maisun atau Bu May menyebut nama Kongde ini lahir dari celetukan para pembeli.

Para pembeli ini juga kerap bercanda dan menamai sendiri menu makanannya dengan nama yang aneh-aneh.

Bu May juga mengaku langganannya kebanyakan polisi di Polrestabes Surabaya hingga Polda Jatim.

Saking hafalnya, mereka sudah tak canggung lagi untuk bercanda terkait nama-nama unik dari menu makanan Bu May.

"Biasanya kan orang-orang makan itu kadang kusruh-kusruh langganan-langganan lama itu.

Kalau waktu Kongde itu kan polisi-polisi waktu saya nguleg itu bilang itu bokong apa tong sampah, gitu.



Mulai dari polisi Polrestabes, Polda Jatim. Pak Toni sama pak Iwan, masih banyak yang langganan, tapi juga banyak yang pensiun," kata Bu May di warungnya

Sementara dalam sehari, Bu May mengaku tak menghitung berapa banyak porsi yang dia jual.

Dia menyebut menghabiskan 75 kilogram beras dalam sehari.

Selain itu, untuk cuminya, Bu May menghabiskan hingga 50 kilogram.

Di warung ini, cumi ngac*ng merupakan kudapan yang paling laris manis.

"Banyak non. Kalau berasnya itu 3 sak 75 kilogram.

Banyak juga porsinya, ndak bisa dihitung.

Parunya kadang setiap hari 10 kilo, cuminya 50 kilo, dagingnya 20 kilo," paparnya.

Bahkan, jika datang menjelang pukul 15.00 WIB, sudah dipastikan banyak olahan di sini yang telah habis.

Bu May mengaku usahanya ini merupakan turun temurun dari kakaknya.

"Saya di sini 25 tahun, buka dari jam 07.00 WIB sampai jam 15.00 WIB. Kalau sudah jam 15.00 WIB itu nasi ngawur.

Karena banyak yang habis, ndak lengkap.

Ini usaha dari kakak saya dan saya. Resep turun temurun.

Saya asli Madura tapi tinggal di sini," pungkasnya.

Jika ingin mencoba sensasi cumi ngac*ng hingga jemb*t Belanda, tak rugi rasanya mampir ke Warung Kongde.

Warungnya bertenda biru.

Pilihan nasinya komplet. Nasi campur, nasi rawon, nasi sop, nasi gule, nasi kotokan pe, nasi madura, nasi cumci-cumi, nasi krengsengan, nasi penyetan ayam hingga nasi sayur bening.

Lokasinya di dekat perkantoran, tepatnya di Jalan Bubutan II Surabaya.

Tentang Seblak Bandung by qiuslot88

Seblak adalah salah satu makanan khas Sunda tepatnya Bandung yang kini populer di kalangan luas. Makanan yang identik bercita rasa gurih ...