Chat with us, powered by LiveChat
Tampilkan postingan dengan label 'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Mei 2023

Tentang Seblak Bandung by qiuslot88

Seblak adalah salah satu makanan khas Sunda tepatnya Bandung yang kini populer di kalangan luas.

Makanan yang identik bercita rasa gurih pedas dengan rempah kencur itu kini bisa dengan mudah dicari dan dibuat.



Belakangan bahkan seblak telah dimodifikasi isian atau toppingnya.

Sekarang sudah lumrah jika kita melihat sajian seblak berisi kerupuk, telur, siomay, ceker, cilok hingga bakso.

Bahkan ada juga yang menambahkan aneka bakso ikan hingga sayur yang biasanya menjadi isian steamboat atau suki

Padahal, dahulu isian seblak sederhana, hanya kerupuk yang direndam di air panas yang kemudian dimasak dengan bumbu halus berupa bawang putih, kencur dan cabai rawit.

Sejarah dan Asal-usul Seblak

Tak ada catatan sejarah yang pasti kapan seblak pertama kali ditemukan.

Juga keterangan atau informasi yang menyebutkan jika seblak berasal dari Bandung.

Namun ada berbagai teori menurut keterangan dari berbagai sumber.

Konon seblak sudah ada sejak jaman kemerdekaan di Parahyangan.



Di Garut, ada makanan yang disebut kurupuk leor yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia yakni kerupuk lemas.

Karena kerupuk mentah yang seharusnya digoreng, dimasak dengan bumbu bawang putih dan cabai rawit.

Mungkin ini menjadi cikal bakal kreasi seblak yang kini telah memiliki pamor di para pecinta kuliner.

Sebelum tenar seblak khas Sunda, di daerah Sumpiuh Jawa Tengah juga ada makanan yang serupa yakni kerupuk godog atau kerupuk rebus.

Namun dari penelusuran, baik kerupuk leor atau kerupuk godog, tidak menggunakan kencur.

Padahal bahan kencur inilah yang menjadi ciri khas sekaligus cita rasa yang identik dengan seblak.

Ada juga sumber yang menyebutkan asal-usul seblak bermula dari persediaan kerupuk yang melimpah di Bandung kala itu.

Kerupuk yang sudah lama saat digoreng tidak seenak kerupuk yang baru dibuat.

Kerupuk lama juga lebih keras dan susah dikunyah.

Karena kerupuk lama menumpuk, seringkali dibuang begitu saja.

Lama kelamaan orang merasa sayang untuk menyia-nyiakan atau membuang kerupuk.

Sehingga kemudian muncul berbagai ide dan kreasi untuk mengolah kerupuk lama hingga terciptalah seblak.

Seblak bukan termasuk resep kuliner legendaris khas Sunda, asal-usul seblak karena kreasi masyarakat Sunda yang senang bereksplorasi dengan bahan makanan berbahan tapioka.

Lihat saja berbagai makanan yang terbuat dari tapioka atau aci yang masih eksis hingga kini.

Seperti cireng, cilok, cipuk, cimol, cibay, cipak dan masih banyak lagi.

Seblak adalah hasil kreativitas masyarakat Sunda mengolah bahan baku yang tersedia hingga menjadi satu masakan yang unik dan ternyata banyak diminati.

Makanan seblak ini mulai populer di sekitar tahun 2000an hingga saat ini.

Arti Seblak

Kata seblak menjadi sebutan untuk masakan berbahan kerupuk mentah dengan bumbu bawang putih, kencur dan cabai rawit.

Banyak yang penasaran dengan arti seblak.

Jadi apa arti seblak?

Nyeblak dalam bahasa Sunda memiliki arti mengagetkan.

Ada juga yang menyebut, seblak berasal dari kata 'segak atau 'nyegak' yang artinya menyengat.

Bisa disebut jika arti kata mengagetkan dan menyengat ini pas dengan karakter makanan seblak yang bikin kaget dan menyengat karena pedas.

Namun tidak semua seblak harus pedas yang sampai mengagetkan atau menyengat, karena level kepedasan ini bisa disesuaikan dengan selera.

Kamu bisa mengatakan level pedasmu pada penjualnya sebelum dibuat ya!

Ciri Khas Seblak

Sebenarnya seblak adalah makanan berkuah pedas dengan berbagai isian.

Banyak makanan seperti ini yang bisa dijumpai seperti mi kuah pedas, sup pedas, tom yum dan masih banyak lagi.

Namun ada yang menjadi ciri khas seblak yang tidak ada dalam makanan lain.

Yang pertama, bumbu seblak wajib menggunakan kencur atau cikur dalam bahasa Sunda.

Sensasi rasa kencur yang pahit, pedas terasa hangat saat menyentuh lidah dam masuk perut.

Dengan aroma yang khas, kencur juga memiliki khasiat meningkatkan nafsu makan serta meredakan sakit tenggorokan dan batuk.

Selain itu, yang membedakan seblak dengan makanan sejenisnya bahan kerupuk berwarna oranye yang biasanya menjadi toppingnya.

Resep dan Cara Membuat Seblak

Seblak kini bisa dengan mudah ditemukan di berbagai titik, bukan hanya di Kota Bandung, namun juga di berbagai daerah.

Kreasi seblak pun kini sudah semakin beragam hingga membuat penggemarnya makin luas.

Makanan yang bertekstur kenyal ini memiliki rasa yang pedas gurih yang nikmat.

Ada banyak variasi topping dan juga juga kemasan penjualannya.

Varian seblak di masa kepopulerannya yakni berupa seblak basah dengan isian telur, siomay, makaroni, ceker, tulang ayam, mi basah, bakso, basreng, batagor, bakso aci, kwetiau, kikil dan masih banyak varian seblak basah lainnya.

Rabu, 10 Mei 2023

Tentang Rujak Cingur by qiuslot88

Siapa sih yang tidak tahu tentang rujak cingur?

Kuliner asal Surabaya ini menjadi salah satu makanan yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia. Namun, dibalik kelezatannya yang luar biasa, ada cerita unik dalam sejarah rujak cingur.



Dilansir dari Fimela, rujak cingur kabarnya sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

Bahkan, makanan ini diyakini bukan berasal dari Indonesia tapi dari Mesir.

Benarkah hal tersebut? Mari simak kisah sejarah rujak cingur berikut.

Sejarah tentang rujak cingur beberapa waktu lalu sempat menjadi perbincangan hangat di Twitter.

Dalam kanal media sosial tersebut, seorang warganet menceritakan bahwa rujak cingur ternyata berasal dari Mesir dan bukan makanan ‘asli’ Surabaya.

Hal ini sendiri berdasarkan sebuah hikayat dari Mesir yang menceritakan bahwa asal-usul nama rujak cingur berasal dari seorang pria bernama Abdul Rozak.

Abdul Rozak adalah seorang koki yang hidup di Mesir pada ratusan tahun lalu.

Suatu hari, Rozak terinspirasi dengan makanan berbahan dasar sayuran yang banyak dimakan oleh orang-orang Eropa.

Dia lantas mencoba sebuah resep dengan mencampurkan berbagai macam sayuran seperti kecambah, daun bayam, bengkoang, sampai nanas.



Agar lebih nikmat, Rozak menyiram makanan tersebut dengan saus kacang.

Tak disangka, makanan sederhana tersebut memiliki rasa yang lezat dan banyak disukai.

Hingga akhirnya Raja Firaun membuat sebuah sayembara untuk rakyatnya bahwa ‘Siapa saja yang membawakannya makanan istimewa dan enak, maka akan dikabulkan semua permintaanya’.

Dalam hikayat tersebut, Rozak mencoba mengikuti sayembara dan berhasil menang dengan menyajikan rujak yang diambil dari namanya sendiri.

Rozak lantas meminta sebuah kapal yang digunakannya untuk berlayar ke luar negeri.

Pada akhir hikayat tersebut, Abdul Rozak disebut tiba di Tanjung Perak, Surabaya dan mulai menyebarkan resep ini ke masyarakat sekitar.

Dia juga mulai menemukan formula untuk menyempurnakan resep rujak tersebut dengan menggabungkan cingur sapi, petis, dan juga pisang klutuk yang ada di Indonesia.

Namun, sayangnya kisah hikayat ini masih belum bisa dijelaskan secara scientific karena terbataskan sejarah.

Beberapa ahli makanan tanah air pun menyebut sejarah rujak cingur ini hanyalah ‘guyonan’ belaka untuk semakin mempopulerkan rujak cingur di dalam negeri.

Dilansir dari Tirto.id, pengamat kuliner di Jawa Timur dari Universitas Brawijaya, Ary Budiyanto memberikan pendapatnya.

Dia mengatakan sejarah rujak cingur berawal dari makanan salad buah yang dibawa oleh pihak kolonial Belanda di Indonesia.

Salad buah itu lantas berbaur dengan makanan lokal bernama djanganan.

Djanganan adalah salah satu resep kuliner yang dibuat berdasarkan campuran kacang panjang, tauge, kol, daun kacang, timun, kangkung, dan buncis.

Dalam buku Kokki Bitja, Kitab Masak-Masakan Hindia, Jang Baharoe dan Sampoerna (1864) yang ditulis oleh Cornelia, djanganan juga disiram menggunakan saus cabe, gula merah, terasi, asam, dan petis.

Ary pun lebih percaya bahwa rujak cingur merupakan percampuran makanan asli Belanda dengan berbagai macam bahan lokal di tanah air dibandingkan berasal dari Mesir.

Hal ini dikuatkan dengan tidak cukup banyaknya bahan makanan untuk membuat rujak cingur di Mesir.

Sehingga teori sejarah rujak cingur merupakan makanan kesukaan Raja Firaun hanya berakhir sebagai mitos belaka.

Demikian tadi ulasan lengkap tentang sejarah rujak cingur.

Ternyata makanan ini tak hanya terkenal karena kelezatannya, tapi juga memiliki kisah masa lalu yang luar biasa.

Apalagi rujak cingur konon katanya jadi salah satu makanan favorit Raja Firaun di Mesir.

Selasa, 09 Mei 2023

Tentang Batagor Bandung by qiuslot88

Batagor, mungkin sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Pulau Jawa.

Yang masih belum tahu kata ini pasti tahu kalau batagor adalah jajanan tradisional yang berasal dari tanah sunda. 



Batagor adalah makanan yang terbuat dari ikan dan tepung yang dibungkus dengan pangsit atau tahu. Hidangan ini sangat mirip dengan baso tahu kukus, hanya saja bahan dasarnya sama.

Yang unik dari batagor ini adalah terbuat dari baso tahu yang dikukus

Makanan tradisional ini dapat dengan cepat berkembang di tanah Jawa karena rasanya yang enak dan  cita rasa asli Indonesia.

Hanya saja masakan ini bisa dikatakan cukup mengenyangkan dengan banyak karbohidrat dari tepung dan protein dari tahu. 

Tentunya sangat cocok bagi para pecinta kuliner yang suka mengenyangkan makanan ringan. 

Berasal dari negeri Sunda, Taste Atlas pernah menobatkan makanan ini sebagai makanan tradisional terbaik se-Asia tahun 2021.

Jadi jangan heran kalau makanan ini termasuk makanan terlezat di Asia.

Namun ada fakta unik lain tentang jajanan favorit orang Indonesia ini, simak penjelasannya berikut ini. 

Sejarah Batagor

Jajanan khas Kota Bandung ini rupanya memiliki sejarah yang cukup menarik untuk dibahas.

Pasalnya, ternyata makanan ini tidak 100% buatan orang Sunda, melainkan pertama kali diracik oleh masyarakat Jawa Tengah.



Pedagang pertama yang memperkenalkan masakan ini adalah penjual bakso tahu kukus bernama Isan

Mengutip dari berbagai sumber, Isan baru pertama kali mementaskan batagori.

Isan yang merupakan pendatang asal Jawa Tengah datang ke Tanah Sunda untuk mencari peluang kerja. Namun, saat datang ke kota Bandung, mencari pekerjaan di kota kembang mungkin tidak semudah yang ia pikirkan. Karena itu, ia harus menganggur selama tiga bulan saat tiba di Bandung.

Karena Isan tidak dapat pekerjaan, akhirnya ia memutuskan untuk ikut berjualan bakso tahu kukus. Pada akhir 1960-an, ia mulai berjualan bakso tahu kukus di Kopo sewaan di Bandung.

Isan mengatakan, dia membuat bakso tahu goreng karena penjualannya saat itu  tidak terlalu bagus, dan akhirnya dia membagikan dagangannya ke tetangganya.

Ia pertama kali membuat bakso tahu goreng pada tahun 1968, namun kemudian ia masih membagikan sisa bakso kepada tetangganya dan mulai menjualnya pada tahun 1970-an.

Dia menyajikan bakso tahu yang sudah digoreng  agar tidak cepat habis.

Karena sering berbagi bakso tahu goreng, banyak tetangganya yang  mulai  memesan bakso tahu.

Penjual bersuara lembut itu tidak menyangka  bakso tahu gorengnya yang biasa saja bisa menjadi peluang penjualan baru.

Pengembangan bisnis 

Saat mencoba berjualan bakso tahu goreng, ternyata makanan tersebut bisa diterima oleh pembeli lain. Lambat laun usaha bakso tahu mulai berkembang dan cara pengolahan bakso tahu goreng pun  berubah.

Awalnya ia membuat batagori setelah bakso tahu dikukus, lalu digoreng.

Namun, cara tersebut memakan waktu lama, sehingga ia mengganti cara penyajiannya dengan menggoreng batagori mentah langsung dengan pasta atau tahu.

Alhasil, batagornya tetap renyah dan tidak mengubah  rasa aslinya, sehingga ia menggunakan cara tersebut untuk membuat batagornya.

Kabar bakso tahu gorengnya menyebar ke luar kota, maka pada tahun 1985 ia mulai berjualan di rumah yang lebih besar.

Setelah membuka tokonya, batagor miliknya menjadi terkenal dan pada tahun 1991 tempatnya diberi nama Batagor Haji Isan.

Meski penemu batagori meninggal dunia pada tahun 2010, usahanya terus berkembang dan akhirnya memiliki nama yang sangat terkenal di Indonesia.

Bahkan setelah boom makanan, pedagang kaki lima lainnya mulai menggunakan batagori sebagai peluang bisnis.

Hingga saat ini penjual batagori semakin berkembang dan terus banyak disukai oleh masyarakat Indonesia.

Makanan yang diproduksi secara acak dapat memberi banyak orang buah-buahan manis untuk memenuhi kebutuhan finansial mereka.

Minggu, 07 Mei 2023

Tentang mie Kocok Bandung by qiuslot88

Ingin lidah anda bergoyang karena menikmati kelezatan makanan? Cobalah mie kocok, salah satu kuliner khas Nusantara yang cocok disantap dalam berbagai suasana.

Mie kocok merupakan kuliner lintas generasi karena bisa dinikmati oleh siapapun, baik anak-anak hingga orang tua.

Meski penjualnya ditemukan di berbagai daerah, ternyata mie kocok berasal dari Bandung, Jawa Barat.

Tidak diketahui bagaimana mie kocok ini ditemukan. Tapi yang pasti, mie berasal dari Tiongkok sekira 4000 tahun lalu.



Menurut Suryatini N. Ganie dalam Dapur Naga di Indonesia, hal itu dibuktikan dari penemuan sekelompok arkeolog di wilayah Lajia di bagian utara Tiongkok berupa sebuah guci yang di dalamnya terdapat mie halus berwarna kekuningan dengan panjang sekira 50 cm.

Analisis lebih lanjut menunjukkan mie tersebut terbuat dari biji-bijian rumput, bukan dari tepung gandum sebagaimana lazimnnya dewasa ini.

Dari Tiongkoa, mie menyebar ke penjuru dunia, termasuk Indonesia. “Mi dibawa ke kepulauan Nusantara oleh para pedagang Tiongkok yang datang untuk mencari rempah-rempah, tetapi kemudian malah menetap, terutama di pesisir utara pulau Jawa,” tulis Suryatini.

Mie kemudian diolah menjadi beragam sajian makanan yang disukai hampir semua kalangan.

Salah satunya mie kocok.



Menurut Badri Hidayat dkk dalam 100 Tempat Jajan dan Makanan Legendaris di Bandung, nama mie kocok berasal dari cara pembuatannya, yaitu dengan mencelup-celupkan dan mengocok mie dan tauge ke dalam air panas hingga sedikit layu.

Di Jawa Tengah, terutama Wonosobo, ditemukan mie kopyok yang teknik pembuatannya sama persis. Meski begitu, tidak semua warung makan yang menyediakan mie kocok menggunakan cara pengolahan demikian.

Mie kocok menggunakan bahan baku mie telor. Mie jenis ini mudah dijumpai di pasar tradisional maupun supermarket.

Meski demikian, pengusaha warung mie kocok lebih suka membuat mie sendiri ketimbang membeli yang sudah jadi. Selain dirasa lebih murah, hal ini tentu untuk mempertahankan citarasa khas yang dimiliki pengusaha yang membuka warung mie kocok tersebut.

Selain mie telor sebagai bahan utamanya, kuliner ini menggunakan bahan-bahan lain seperti sayuran sawi dan tauge, daging, bakso, daun bawang, dan bawang goreng.

Membuat mie kocok ternyata tidak serumit yang dibayangkan.

Mulanya, masak air hingga mendidih. Kemudian masukkan mie telor beserta sayuran sawi dan tauge. Setelah itu dilanjutkan dengan memasukkan potongan daging dan bakso.

Setelah mie dan sayuran sudah tampak layu, barulah dimasukkan bumbu. Bumbu yang digunakan untuk membuat kuah kaldunya terdiri dari kemiri, bawang putih, merica, dan garam. Selain bahan utama mie telor, bumbu inilah yang juga menentukan citarasa dari mie kocok Bandung.

Tapi jika Anda lebih suka yang praktis, datangi saja penjual mie kocok. Rasanya tentu lebih nikmat dan menggoyang lidah.

Umumnya penjual memiliki cara pembuatan dan penyajian masing-masing yang menjadi ciri khasnya.

Beberapa penjual mie kocok menggunakan bara api dari arang agar kaldu dan aroma lebih terasa.

Kaldu biasanya didapat dari daging, kikil, dan tulang yang berisi sum-sum yang direbus selama berjam-jam. Dengan cara ini aroma kaldu terjaga, sementara daging dan kikilnya lembut saat dinikmati di lidah.

Untuk bumbu, ada yang menambahkan daun salam, sereh, dan jahe untuk menghilangkan bau anyir tulang.

Ada juga yang menambahkan kunyit, ketumbar, tenggiri, serta bawang putih untuk menambah rasa serta aroma kuah.

Penjual mie kocok bisa ditemui di banyak tempat di Indonesia, terutama di Bandung. Ada yang menjual dengan gerobak keliling, di warung kaki lima, kafe dan restoran, hingga hotel.

Usaha mie kocok ditekuni sejumlah orang sejak dulu.

Koran Algemeen Indisch dagblad yang terbit tanggal 14 Februari 1947 memajang sebuah iklan restoran di Bandung bernama Hoa Sang.

Selain memiliki menu ala Eropa, restoran ini punya menu andalan, yakni mie kocok dan mie pangsit. Pengelolanya adalah Lim Tjie –anaknya, Lim Wasim, di kemudian hari menjadi salah satu pelukis istana kesayangan Presiden Sukarno.

Menurut Haryoto Kunto dalam Semerbak Bunga di Bandung Raya, keberadaan mie kocok paling tenar ada di kawasan Bojongloa, Pasirkaliki, dan Kebun Binatang.

Sementara R.O. Simatupang dalam Pedoman Tamasja Djawa Barat yang terbit tahun 1960-an menyebut mie kocok yang terkenal berada di Kebon Tangkil (Gardu Jati), di seberang dari penyewa perabotan Lim Tjhia. “Tetap selainnya itu ada banyak juga yang menjual keliling,” ujar Simatupang.

Kini, penjual mie kocok legendaris tersebar di beberapa kawasan di Kota Bandung. Beberapa di antaranya berdiri pada 1960-an dan 1970-an.

Sebut saja Mie Kocok Haji Endan, Mie Kocok Persib, Mie Kocok Subur, Mie Kocok Saad, Mih Kocok Bandung Mang Dadeng, Mie Kocok SKM, dan Mie Kocok Cepay.

Harga satu porsi mie kocok lengkap dengan campuran daging dan bakso relatif terjangkau sehingga masyarakat umum bisa menikmati kuliner khas Nusantara yang satu ini.

Apalagi banyak penjual mie kocok ditemukan di berbagai tempat dengan beraneka label dan brand.

Jumat, 05 Mei 2023

Tentang Semanggi suroboyo by qiuslot88

Semanggi atau Pecel Semanggi adalah sejenis makanan khas Surabaya, Jawa Timur, dibuat dari daun semanggi yang dikukus dan kemudian dinikmati dengan sambal pedas yang nikmat.

Semanggi juga dapat dihidangkan dengan kecambah, kangkung, kerupuk puli yang terbuat dari beras, serta bumbu yang terbuat dari ketela rambat.



Saus atau bumbu yang digunakan dalam makanan semanggi memiliki bahan baku serta rasa yang berbeda.

Di Banyuwangi, sambal semanggi dibuat dari cabai, serai, belimbing, dan sedikit gula jawa.

Penjual semanggi di Surabaya menggunakan sambal yang dibuat dari gula jawa (lebih banyak), terasi, dan cabai.


Pecel Semanggi Surabaya sejak zaman dahulu biasanya dijual oleh kaum ibu-ibu menggunakan jarit dan selendang untuk memanggul keranjang semangginya, berjalan kenes dan berteriak-teriak menawarkan dagangannya di perkampungan ataupun pasar tradisional di Surabaya. Penyajian pecel tersebut sangat khas karena ditiriskan di atas pincukan daun pisang dan menggunakan sendok dari kerupuk puli yang terbuat dari beras. Dalam seporsi pecel, daun semanggi kukus ditiriskan dengan berbagai sayuran pelengkap seperti kangkung, kecambah, kembang turi, dll., lalu disiram dengan bumbu pecel kaya rasa berbahan paduan sambal kacang dan ubi jalar.




Pecel Semanggi Surabaya juga diabadikan dalam bentuk karya seni musik keroncong berjudul Semanggi Suroboyo yang diciptakan dan digubah oleh seorang musisi keroncong, S. Padimin pada era tahun 1950-an. Musik tersebut menggambarkan pecel semanggi (juga lontong balap) yang dijual dan kerap dikonsumsi oleh warga Surabaya. Selain daripada itu, Pecel Semanggi Surabaya sering dimunculkan dalam kesenian ludruk. Sering dalam setiap pertunjukan, dimunculkan lakon penjual pecel semanggi, yang menggambarkan situasi dan kondisi tentang kehidupan sehari-hari warga Surabaya.

Kamis, 04 Mei 2023

Tentang Lontong Balap Pak Gendut Surabaya by qiuslot88

Berbicara mengenai kuliner khas Surabaya, tentunya yang diingat adalah lontong balap.

Salah satu lontong balap legendaris di Surabaya ialah Lontong Balap Pak Gendut.



Kuliner ini sudah ada sejak 1958.

Lontong balap isinya lontong, ditambah tauge, irisan tahu goreng, lentho serta taburan bawang goreng. Pelengkapnya ada sate kerang.

Menu ini selalu dicari karena rasanya yang enak.

Kenikmatan kuliner dengan cita rasa gurih dan sedikit manis ini, bisa ditemukan di Jalan Embong Malang Nomor 38, Genteng Surabaya.



Ciri khas sate kerang di lontong balap Pak Gendut ditambahkan bumbu kecap yang semakin menggugah selera makan.

Satu porsi lontong balap legendaris Kota Surabaya ini harganya Rp17 ribu.

Untuk satu porsi sate kerang, Anda cukup menambah Rp17 ribu saja.

Porsinya lumayan juga untuk membuat perut kenyang.

Sejarah

Awalnya, Abdul Rochim atau biasa disapa Pak Gendut menjajakan lontong balap dengan rombong pikulan.

Ciri khas rombong pikulan ini juga masih dipertahankan di warungnya.

Setelah itu, Pak Gendut berpikir untuk mendirikan warung pertamanya bertempat di trotoar Jalan Kranggan Surabaya, pada 1958.

Ia memakai nama Lontong Balap Garuda.

Warung tersebut kemudian diwariskan kepada anaknya tahun 1987.

Namanya diubah jadi Lontong Balap Pak Gendut, pada 1995.

Sehubungan dengan adanya penertiban pedagang kaki lima (PKL) oleh Pemkot Surabaya, Pak Gendut mencari lokasi berjualan yang strategis.

Ia lantas pindah ke sebuah ruko di Jalan Prof Dr Moestopo, sekaligus membuka cabang di Jalan Embong Malang.

Itu dilakukan pada Oktober 2012 silam.

Saat ini, lontong balap Pak Gendut hanya berpusat di Jalan Embong Malang.

Cabang yang lain sudah ditutup akibat pandemi COVID-19.

Warung ini dikelola oleh putranya bernama Aris.

Ia tetap mempertahankan resep lontong balap warisan sang ayah, khususnya lento dan sambal buatan sendiri tanpa ada campuran.

Resep warisan itu yang membuat kuliner legendaris ini menjadi favorit warga Kota Surabaya, bahkan terkenal hingga ke luar kota.

Tak bisa datang langsung ke warungnya, banyak pelanggan yang pesan layanan ojek online.

Sebagai informasi, lontong balap Pak Gendung buka mulai pukul 09.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Rabu, 03 Mei 2023

Tentang Warung Kongde Surabaya by qiuslot88

Warung Kongde atau Bokong Gede di Surabaya sudah eksis selama 25 tahun.

Ada kisah unik dari nama warung plus aneka lauk yang mencuri perhatian ini.



Pemilik warung Siti Maisun atau Bu May menyebut nama Kongde ini lahir dari celetukan para pembeli.

Para pembeli ini juga kerap bercanda dan menamai sendiri menu makanannya dengan nama yang aneh-aneh.

Bu May juga mengaku langganannya kebanyakan polisi di Polrestabes Surabaya hingga Polda Jatim.

Saking hafalnya, mereka sudah tak canggung lagi untuk bercanda terkait nama-nama unik dari menu makanan Bu May.

"Biasanya kan orang-orang makan itu kadang kusruh-kusruh langganan-langganan lama itu.

Kalau waktu Kongde itu kan polisi-polisi waktu saya nguleg itu bilang itu bokong apa tong sampah, gitu.



Mulai dari polisi Polrestabes, Polda Jatim. Pak Toni sama pak Iwan, masih banyak yang langganan, tapi juga banyak yang pensiun," kata Bu May di warungnya

Sementara dalam sehari, Bu May mengaku tak menghitung berapa banyak porsi yang dia jual.

Dia menyebut menghabiskan 75 kilogram beras dalam sehari.

Selain itu, untuk cuminya, Bu May menghabiskan hingga 50 kilogram.

Di warung ini, cumi ngac*ng merupakan kudapan yang paling laris manis.

"Banyak non. Kalau berasnya itu 3 sak 75 kilogram.

Banyak juga porsinya, ndak bisa dihitung.

Parunya kadang setiap hari 10 kilo, cuminya 50 kilo, dagingnya 20 kilo," paparnya.

Bahkan, jika datang menjelang pukul 15.00 WIB, sudah dipastikan banyak olahan di sini yang telah habis.

Bu May mengaku usahanya ini merupakan turun temurun dari kakaknya.

"Saya di sini 25 tahun, buka dari jam 07.00 WIB sampai jam 15.00 WIB. Kalau sudah jam 15.00 WIB itu nasi ngawur.

Karena banyak yang habis, ndak lengkap.

Ini usaha dari kakak saya dan saya. Resep turun temurun.

Saya asli Madura tapi tinggal di sini," pungkasnya.

Jika ingin mencoba sensasi cumi ngac*ng hingga jemb*t Belanda, tak rugi rasanya mampir ke Warung Kongde.

Warungnya bertenda biru.

Pilihan nasinya komplet. Nasi campur, nasi rawon, nasi sop, nasi gule, nasi kotokan pe, nasi madura, nasi cumci-cumi, nasi krengsengan, nasi penyetan ayam hingga nasi sayur bening.

Lokasinya di dekat perkantoran, tepatnya di Jalan Bubutan II Surabaya.

Selasa, 02 Mei 2023

Tentang Sego Babat Mbok Lemu Surabaya by qiuslot88

Akhir-akhir ini kuliner di Surabaya dan Malang dipenuhi dengan menu makanan yang berkiblat dari nasi Madura, ada yang menyebut makanan tersebut nasi bhug atau nasi madura. Pun di Surabaya banyak sekali kuliner Madura yang sering dijadikan "jujugan" para pecinta kuliner, sebut saja Depot Suramadu, Ibu Iyan yang ada disekitaran pasar Atom dan Nasi Madura Bu Hamina di Pegirian.



Tiga nama warung Madura diatas namanya tidak perlu diragukan lagi, kalo belum pernah dengar pertanda bukan penjelajah kuliner Surabaya wkwkwkw... Tapi masalahnya ketiga warung tersebut jauh sekali dari pusat kota Surabaya karena berada di Surabaya Utara yang macet, bahkan kalo dari rumah saya bisa ditempuh hingga 1,5 jam. Ya, maklumin rumah daerah pinggiran yang harus naik tol dulu.

Nah, ketika iseng sehabis nongkrong cantik didaerah Surabaya Barat, saya nggak sengaja menemukan warung Madura juga. Namanya "Mbok Lemu Sego Babat Madura", nggak pake sensi kayak saya nyebut nama warungnya wkwkwk.. Kalo ingin mencari menggunakan GPS setting alamatnya kurang akurat, bukan berada di Raya Darmo Permai I no:27 tetapi no:31, selisih 4 bangunan dari GPS.



Sampai lokasi, gile ramai benar warungnya. Selain deretan mobil, banyak motor abang gojek yang berjejer sedang memesan makanan buat para pelanggannya. Didalam warung juga tak kalah ramainya, ada sekitar 15-an meja dengan kapasitas 4 orang. Untunglah ada satu meja kosong buat saya. Well, Mbok Lemu ini bukanlah kaki lima, melainkan lokasinya berada di teras depan sebuah rumah yang cukup nyaman untuk dijadikan tempat makan.

Untuk memesan makanan langsung saja menuju kasir. Ada sekitar 5 menu, tapi saya hafalnya cuma yang Nasi Campur Babat (18k) dan Nasi Empal Campur (20k) yang menjadi pesanan saya. Untuk minumnya sih standart seperti Es Teh, Es Jeruk dan air mineral. Kalo mau gorengan ada juga seperti tahu isi dan ote-ote yang letaknya tak jauh dari meja kasir.

Setiap pesanan ini lauknya di goreng setelah ada pesanan, jadi disajikannya bukan dalam keadaaan lauk yang dingin. Suasana dapur tempat menggoreng yang outdoor jadi saya bisa melihat ketika digoreng dan saya suka dengan kebersihannya meskipun suasananya sangat ramai pengunjung.

Katanya kalo mampir di "Mbok Lemu Sego Babat Madura" ini harus siap-siap antri dan sabar, tapi saya beruntung menu yang saya pesan cepat penyajiannya. Penampilan Nasi Campur Babat terdiri dari nasi putih dengan jeroan babat, paru, usus ditambah dengan serundeng dan sambal bawang. Sedangkan Nasi Empal Campur merupakan perpaduan Empal dan Babat berserta temannya dengan serundeng dan sambal bawang juga.

Buat para lelaki seperti mas suami, untuk nasinya menurutnya minimalis nggak banyak. Untuk lauk saya bilang kurang kaya bumbunya, namun terobati dan tersamarkan dengan sambalnya yang pedas bikin dromos. Jangan remehin sambalnya yang terlihat minimalis karena segitu aja bikin saya ngelap keringat ngabisin tisu. Salah saya sendiri kepedean nyampur sambalnya ke nasi kayak lagi masak nasi goreng.

Sekedar mengingatkan, kalo makan nasi Madura yang identik dengan jeroan jangan lupa pake penetralisir seperti nanas atau mentimun biar nggak merasa berdosa. Maklum semua menu dari Madura itu selalu berciri khas dengan yang namanya jeroan. Jadi penasaran nih, "Apakah di Madura itu memang sukanya dengan jeroan?" Mungkin saya harus bertandang dulu ke Madura biar tahu jawabannya.

Overall, kalo kamu sedang berada di daerah Barat, boleh banget "Mbok Lemu Sego Babat Madura" ini dijadikan daftar kuliner. Meski menurut saya kurang bumbu di lauknya tetapi harga yang standart dan sambal bawangnya enak, kuliner ini bisa ngobatin untuk yang kangen dengan warung-warung Madura yang ada di Surabaya Utara.

Senin, 01 Mei 2023

Tentang Rawon Setan Surabaya by qiuslot88

Jika kamu mendengar “rawon setan” pasti kamu membayangkan bahwa makanan ini bercita rasa sangat pedas atau makanan yang berasal dari negeri mereka.

Ya kamu salah kenapa makanan ini disebut sebagai rawon setan karena uniknya jam buka warungnya yaitu sekitar pukul 23.00 WIB dini hari.



Bisa dibayangkan betapa larutnya hari ketika warung ini buka namun orang-orang selalu berdatangan mengkrubungi si gentangan hitam lezat nan gurih ini di waktu tengah malam sudah pasti makanan satu ini menjadi makanan favoritnya orang Surabaya.

Makanan dengan kuah hitam kental ini sanggup membuat semua orang mabuk kepayang dengan bumbu khasnya yang biasa dicampur keluwak yang membuat kuahnya hitam pekat dan tentunya bumbu rahasia tergantung warung Rawon Setan Surabaya yang kamu jajaki.

Jenis isi/lauk daging juga bervariasi ada yang berisi potongan daging, jeroan, telur, dan buntut sapi tergantung dari pengunjung yang memesan

Mbah Musiati sudah mengawali usaha rawon sejak tahun 1953, warungnya dahulu berada di pinggir jalan Embong Malang berdekatan dengan gedung NIROM (RRI) yang tempatnya tak begitu luas, sudah bertegel dan bercat.

Di dinding warung juga di tempel foto tokoh-tokoh yang pernah singgah dan makan seperti para artis dan pejabat.

Mbah Musiati membuka warung usahanya pada jam yang tidak biasa yaitu sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.



Maklum saja warung Mbah Musiati melayani para pekerja malam.

Kian lama warung mbah musi kian ramai pengunjung kemudian pada tahun 2004 Mbah Musiati memutuskan menyewa sebuah ruko tiga lantai tepat di depan rumahnya seharga Rp 40 juta pertahun.

Suatu ketika Mbah Musiati memilih untuk berhenti berjualan rawon karena kesehatannya yang kian mengkhawatirkan yang kemudian warungnya dikelola oleh cucu dan menantunya mbak Endang dan Bu Sup yang dahulunya mereka juga sudah membuka warung rawon atas nama mereka, kemudian mereka berkolaborasi setelah mbah musiati mewariskan warung rawon setan, mereka bergantian menjaga warung warisan tersebut yang kemudian hari masing-masing mereka memutuskan tidak lagi berkolaborasi dan memutuskan untuk melanjutkan warung mereka sendiri dengan nama yang sama.

Pada masa pengelolaan oleh mantu dan cucunya warung sudah dibuka lebih cepat yaitu sekitar pukul 23.00 WIB.

Warung ini berada di Jl. Embong Malang saat ini menjadi warung Rawon Setan Surabaya yang paling ramai dari seluruh warung rawon setan.

Rawon setan ini gentayangan dibanyak lokasi

Tiga dari empat anak Mbah Musiati memutuskan untuk mengembangkan usaha Rawon Setan Surabaya.

Salah satu yang paling terkenal dan paling ramai pengunjung adalah warung rawon setan milik anak Mbah Musiati yaitu mbak Juwariah dan Lusi yang berada di depan hotel JW Marriot kemudian warung rawon mbak Endang yang berada di beberapa mall dan Pujasera serta warung rawon Bu Sup yang berada di Jl. Tunjangan mereka semua membuka warung dengan nama brand yang sama yaitu warung rawon setan hanya ditambah nama di belakang di penamaan warung setan dan hanya berbeda logo saja.

Soal cita rasa tidak banyak berbeda hanya berbeda varian menu yang disajikan jadi kamu tinggal memilih saja lokasi mana yang paling dekat tentu juga.

Kamu juga tidak perlu khawatir tersesat mencari makanan yang satu ini, pasti semua orang Surabaya yang kamu tanyakan tahu lokasi makanan berkuah hitam ini.

1. Lokasi pilihan

Kamu dapat mengunjungi berbagai warung Rawon Setan Surabaya diberbagai lokasi, di antaranya:

Rawon Embong Malang (Mbahnya) Warung Mbah Musiati pertama berada di Jalan Embong Malang (depan JW Marriott)

Rawon Bu Sup (Mantunya ) Menantunya Mbah Musiati membuka cabang di berbagai lokasi yaitu Jalan Jemursari 138, Jalan Kutisar Utara 42,Jalan Kedung doro 22 b dan G-Walk Cita Raya

Rawon Mbak Endang (Cucunya) Warung Rawon Setan Surabaya cucu mbah musianti berada di Jalan Simpang Dukuh (Depan Kompleks Andika Plaza), Jalan HR Mohammad, Jalan Genteng Kali dan Bandara Internasional Juanda

2. Jam buka warung Rawon Setan Surabaya

Seiring dengan banyaknya peminat dari makanan yang satu ini, warung-warung penyedia rawon setan kini mulai buka pada pukul 07.30 – 22.00 WIB tidak lagi pada jam tengah malam jadi kamu yang pengen banget tidak perlu khawatir keluar tengah malam untuk menyicipi makanan khas Surabaya ini tinggal datang ke gerai warung rawon yang bahkan kini tersedia ketika jam makan pagi.

3. Harga yang di tawarkan

Harga yang ditawarkan untuk seporsi dari rawon bervariasi tergantung dari topping daging yang diinginkan. Biasanya harga disetiap warung yang menjajakan rawon yang satu ini dengan rentang harga yang dibandrol sekitar 25.000 perporsi yang dihidangkan. Jadi kamu tidak perlu merogoh kocek yang terlalu dalam untuk menikmati makanan khas Surabaya ini. Tunggu apalagi kamu harus datang dan mencoba mencicipi kuliner ini agar tak menyesal nanti-nanti.

4. Testimoni Rasa

Soal rasa tidak jauh berbeda dari beberapa warung rawon setan, rawon setan disajikan dengan berbagai topping yang sangat menggugah selera dan potongan daging sapi yang berukuran besar serta dengan taburan bawang goreng yang mempercantik tampilan dan tentunya rasa yang semakin nikmat.

Dagingnya berasa empuk ketika digigit dan kuahnya yang hitam legam berasa gurih yang sanggup menambah selera makan. Juga disediakan lauk tambahan seperti tahu goreng, tempe goreng, telur rebus, telur asin, telur pindang, perkedel, empal daging dan daging sapi tambahan.

Jika kamu pecinta pedas tidak ada salahnya menambahakan sambal kedalam rawon agar rasa semakin nikmat. Rawon juga paling enak disajikan bersama telur asin dan perkedel ditambah sepiring nasi putih hangat. Pemesanan nasi bisa juga terpisah jika kamu hanya ingin memesan rawon tanpa nasi.

Jadi terserah saja jika ingin menikmati rawon dengan berbagai versi yang jelas semua disajikan dengan mirip, nikmat dan pastinya menggugah selera para pecinta kuliner indonesia.

Minggu, 30 April 2023

Tentang Pecel Madiun by qiuslot88

Pecel bisa ditemukan di hampir setiap tempat.

Sajian pecel sangat familiar di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.



Meskipun demikian, di daerah-daerah lain pecel juga bisa dijumpai.

Persebaran sajian pecel salah satunya dikarenakan migrasi orang-orang Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta ke berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.

Di Jawa Timur sendiri, pecel menjadi salah satu sajian favorit.

Hampir di setiap tempat di Jawa Timur menyediakan pecel dengan kekhasan masing-masing.

Secara umum, pecel Jawa Timur memiliki rasa yang lebih pedas dibandingkan dengan pecel di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Pecel di Jawa Tengah dan Yogyakarta memiliki rasa yang cenderung manis.

Pecel Madiun menjadi salah satu pecel paling legendaris di Jawa Timur.



Pecel ini terkenal karena sambalnya yang relatif lebih pedas dan gurih.

Selain itu, Pecel Madiun juga memiliki banyak komponen tambahan seperti beragam sayuran rebus, kemangi, serundeng, oseng-oseng tempe, mi kuning, dan rempeyek.

Penjual Pecel Madiun biasanya juga menyediakan berbagai macam gorengan dan berbagai jenis tusukan seperti usus, telur puyuh, ati-rempela, dan lain sebagainya.

Istilah pecel diduga pertama kali muncul dari Ki Gede Pamanahan.

Pada Babad Tanah Jawi ada sebuah cerita mengenai pertemuan Ki Gede Pamanahan dengan Sunan Kalijaga.

Pertemuan di siang hari itu sempat dilalui dengan acara makan bersama.

Ki Gede Pamanahan menghidangkan nasi beserta sayuran dan lauk pauk lainnya.

Melihat hidangan tersebut, Sunan Kalijaga bertanya hidangan apa yang disajikan oleh Ki Gede Pamanahan.

Pertanyaan itu dijawab Ki Gede Pamanahan dengan penjelasan bahwasanya hidangan itu ialah dedaunan yang direbus kemudian diperas airnya.

Kata pecel diartikan sebagai sesuatu yang direbus kemudian diperas airnya.

Apabila merujuk cerita ini, pecel pertama kali muncul di Yogyakarta.

Sementara itu, Pecel Madiun menjadi lebih populer dibanding pecel-pecel dari daerah lain karena pecel ini memiliki kekhasan tersendiri.

Pada sambal pecel Madiun ada tambahan perasan jeruk purut.

Pecel Madiun juga terkenal karena komponennya yang lengkap, mulai dari beragam jenis sayuran, serta lauk pauk pendamping lainnya.

Sambalnya yang khas serta kelengkapan komponen menjadi ciri khas Pecel Madiun.

Sayuran rebus yang menyertai Pecel Madiun di antaranya kacang panjang, bunga turi, kecambah, kenikir, bayam, daun singkong, dan daun pepaya.

Selain itu, biasanya juga terdapat bahan lain seperti petai cina, kemangi, dan potongan mentimun.

Lauk pauk yang menyertai penyajian Pecel Madiun antara lain tempe, tahu, telur ceplok, telur dadar, telur asin, dagimg empal, ati-rempela, dan lain sebaiganya.

Banyaknya lauk pauk yang tersedia kerap kali membuat penikmatnya bingung menentukan pilihan.

Seluruh jenis lauk-pauk yang disajikan oleh penjual rasanya nikmat disantap bersama Pecel Madiun.

Selain di Madiun, Pecel Madiun ini bisa dijumpai di banyak tempat di Jawa Timur. Penjual biasanya memberi keterangan pada warung atau lokasi dagangnya.

Hanya saja, Pecel Madiun yang tersebar di berbagai tempat tidak selalu lengkap.

Komponen Pecel Madiun ini sangat dipengaruhi oleh penjualnya.

Tapi yang pasti, Pecel Madiun di manapun selalu disertai dengan rempeyek.

Kamis, 27 April 2023

Tentang Bebek Goreng Sinjay Madura by qiuslot88

Industri pariwisata merupakan salah satu industri yang wajib dikembangkan oleh suatu daerah/negara karena industri ini sudah terbukti mampu menambah devisa negara secara signifikan serta mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. 

Setiap wisata pasti mempunyai atraksi wisata yang menarik pengunjung, salah satunya adalah gastronomi.

Gastronomi atau bisa juga disebut wisata kuliner merupakan suatu hal yang benar-benar tidak bisa dipisahkan dengan aspek pariwisata, setiap pengunjung atau wisatawan pasti ingin mencicipi sebuah kuliner atau makanan khas daerah yang sedang dikunjungi.

Madura memiliki berbagai macam makanan khas daerah yang memiliki cita rasa yang beragam.

Salah satunya Bebek Sinjay yang berada di Jalan Raya Ketengan No. 45 Tonjung Burneh Bangkalan Madura



Bebek Sinjay ini merupakan bebek goreng yang memiliki ciri khas gorengan sangat matang namun dagingnya sangat empuk dan gurih serta rempah-rempah yang meresap didagingnya, kemudian untuk penambah cita rasa bebek sinjay ini dihidangkan dengan sambal pencit(mangga muda) yang segar dan pedas.

1. Asal usul

Pada awalnya bebek sinjay ini hanyalah sebuah warung pinggir jalan biasa.

Warung ini dibuka sejak tahun 2003.

Seiring berjalannya waktu bebek sinjay ini mulai terkenal dan mulai ramai pengunjung, entah itu dari Madura sendiri ataupun pengunjung dari luar daerah Madura.

Hj. Muslihah ini merupakan pendiri rumah makan bebek sinjay.

2. Pelayanan Bebek Sinjay

Sesuai dengan nama rumah makan menyajikan makanan utama yaitu bebek goreng.

Namun saat ini rumah makan bebek sinjay menyajikan bebek goreng dan ayam goreng.

Uniknya dari bebek sinjay ini adalah penyajiannya yang disajikan dengan nasi ditambah kremesan, sepotong timun dan sambal pencit(mangga muda) yang rasanya pedas.

Secara keseluruhan pelayanan di rumah makan Bebek Sinjay ini sudah lumayan efisien, namun kekurangan dari bebek sinjay ini adalah kurangnya pramusaji.

Dikarenakan tempatnya yang luas namun dengan pramusaji yang minim pembeli harus bersabar menunggu pramusaji membersihkan meja.

3. Pemesanan



Pemesanan di bebek sinjay ini ada beberapa rutenya, yaitu yang pertama pembeli harus mengantri di loket pemesanan.

Diloket ini kita menyebutkan apa yang dipesan, porsi, serta makan ditempat atau dibungkus.

Kemudian untuk pembayarannya menggunakan uang tunai (tidak bisa menggunakan kartu kredit). 

Kedua, membawa nota pesanan ke loket dan pembeli harus menunggu sampai dipanggil sesuai dengan nomor yang tercatat dinota pemesanan.

Setelah mengambil pesanan nota akan disobek dengan petugas penjaga.\

Kemudian pembeli menukarkan sobekan nota tersebut untuk mengambil minuman di loket minuman. Kemudian, untuk makanan yang dibungkus pembeli harus ke loket take away.

4. Citarasa

Bebek sinjay ini memiliki daging yang sangat empuk, rempah-rempah nya meresap dan dagingnya juicy serta kulitnya crispy.

Kemudian, untuk sambalnya ini sangat segar dikarenakan menggunakan pencit (mangga muda) sehingga rasa asam dan pedas cocok dimakan dengan nasi.

5. Harga

Harga bebek sinjay sendiri relatif murah (menurut saya).

Per porsi bebek sinjay dihargai Rp. 30.000 itu sudah dapat minuman es teh/air mineral.

Sabtu, 15 April 2023

Tentang Sego Sambel Mak yeye by qiuslot88

Surabaya adalah kota di Indonesia yang memiliki banyak destinasi wisata kuliner yang enak dan murah meriah.

Jika sedang berkunjung ke Surabaya, jangan lupa untuk mencicipi kuliner sego sambel Mak Yeye yang ada di Wonokromo.



Warung makan ini menjadi salah satu pelopor kuliner sego sambel yang ada di Surabaya karena sudah berdiri semenjak tahun 1982 dan masih eksis hingga saat ini.

Warung sego sambel Mak Yeye juga sering menjadi tempat rekomendasi dari berbagai food vlogger yang berkunjung ke Surabaya karena lauknya yang sangat beragam dan rasanya yang enak. 

Pada dasarnya, warung sego sambel Mak Yeye adalah sebuah tempat penyetan yang menyediakan berbagai macam lauk-pauk seperti ayam, ikan, dan lalapan yang langsung dimasak saat ada pesanan.

Saat Anda berkunjung ke sego sambel Mak Yeye, jangan lupa untuk mencoba Iwak Pe atau yang biasa dikenal sebagai ikan pari yang sudah melalui proses pengasapan.

Iwak Pe biasanya jarang ditemukan di beberapa warung seperti warung tenda lamongan ataupun penyetan lainnya.



Iwak Pe yang ada di sego sambel Mak Yeye memiliki tekstur yang lembut, dengan rasanya yang gurih, dan akan tercium bau “smokey” akibat proses pengasapannya.

Sementara untuk sambal yang ada di Mak Yeye terbuat dari ulekan tomat, cabai, terasi, bawang putih, bawang merah dan garam.

Bagi Anda yang tidak bisa makan makanan pedas, bisa memesan sambal dengan ekstra gula agar tidak terlalu pedas.

Perpaduan antara gurihnya Iwak Pe dengan pedasnya sambel Mak Yeye merupakan kombinasi yang pas dan mengenyangkan.

Selain itu, Anda juga bisa memilih beberapa jenis lauk lainnya seperti ayam, jeroan, tahu, tempe hingga telur ceplok atau dadar.

Warung sego sambel Mak Yeye selalu ramai pengunjung setiap harinya, bahkan banyak pengunjung yang rela mengantri berjam-jam demi bisa mencicipi berbagai menu di Mak Yeye.

Salah satu daya tarik utama dari tempat ini adalah harganya yang relatif terjangkau dengan porsinya yang cukup besar.

Seporsi sego sambel Mak Yeye dengan lauk Iwak Pe lengkap dengan nasi dan sambal dibanderol mulai dari Rp 20.000 per porsi.

Harga ini termasuk murah karena mayoritas pelanggan di Mak Yeye adalah kalangan mahasiswa di Surabaya.

Di sini juga tersedia beberapa jenis minuman seperti es teh, es jeruk, kopi dan susu yang bisa Anda beli mulai dari Rp 3.000 saja per gelasnya.

Warung sego sambel Mak Yeye berlokasi di Jalan Jagir Wonokromo Wetan No.10, Kota Surabaya (Google Maps).

Tempat makan ini buka setiap hari mulai pukul 21.00-04.00 WIB.

Jam paling ramai di sego sambel Mak Yeye biasanya pada pukul 21.00-23.00 dimana banyak wisatawan dan juga warga Surabaya yang mencari menu untuk makan malam.

Namun, untuk menghindari antrian yang panjang, Anda disarankan untuk datang lebih cepat agar bisa menikmati semua menu yang ada di sego sambel Mak Yeye.

Bagi Anda yang membawa kendaraan pribadi, pastikan untuk mencari tempat parkir yang tidak jauh dari area sego sambel Mak Yeye.

Karena jika sedang ramai, biasanya parkiran di sekitar warung ini akan penuh dan Anda akan mendapatkan area parkir di ujung jalan Wonokromo.

Jumat, 14 April 2023

Tentang Lombok Idjo Surabaya by qiuslot88

Bicara soal kuliner ayam goreng, Surabaya mungkin menyuguhkan berbagai pilihan resto terkenal.



Tapi yang menyediakan ayam goreng sambal ijo khas Semarang di Kota Surabaya, mungkin hanya Resto Lombok Idjo.

Ya Resto Lombok Idjo Semarang, buka gerai pertama mereka di Surabaya.

Dari ratusan menu yang ada, ayam goreng sambal ijo jadi salah satu menu juara mereka.

Ayam goreng disajikan di atas piring bambu dengan sambal ijo khas Semarang, berikut lalapan, yang sedikit berbeda adalah kremesan ayam goreng kaya rempah dan punya cita rasa gurih bertaburan di atasnya.



"Kami pakai ayam kampung bumbu, sebelum digoreng diukep dulu. Nah kremesannya itu adalah bumbu-bumbu ayam goreng yang ikut masuk ke dalam minyak, nah itu kami sisihkan. Setelah disisihkan sisa bumbu-bumbu itu dioven untuk hilangkan minyaknya," kata Herman, Owner Resto Lombok Idjo cabang Surabaya menunjukkan kremesan yang tidak berminyak.

Kremesan dan ayam yang tidak berminyak itulah lanjut Joe, sapaan akrab Herman, yang menggugah selera makan jadi bertambah.

Rasa gurih bumbu ayam goreng bisa langsung dinikmati bersama nasi hangat dan sambal ijo.

Bagi pecinta kuliner di Surabaya yang tidak suka sambal terlalu pedas, sambal ijo bisa jadi jawaban.

Namun karena lokasi Resto Lombok Idjo kali ini di Surabaya, tentu ada pilihan sambal lain yang bisa dinikmati.

Joe mengatakan selera makan masakan gurih dan pedas masyarakat Surabaya membawa Resto Lombok Idjo Semarang cabang Surabaya menyediakan sambal merah sebagai pilihan.

Sambal merah ini berbahan utama cabe rawit dan bawang putih.

"Kalau di Semarang yang paling laris memang sambal ijonya, tapi kalau di Surabaya paling cepat habis sambal merah. Tapi nggak usah khawatir, kami menyediakan dua sambal itu di atas meja, jadi bisa pilih sendiri sepuasnya. Karena untuk nasi dan sambal, kami berikan secara gratis, bisa tambah," terang Joe antusias.

Selain ayam goreng, beberapa menu juara lainnya adalah sayur asem, sop buntut, Gurami Bomboe Lotis (bumbu rujak), dan Gurami Bakar Madu.

Joe mengaku sebagian besar menu masakan yang ditawarkan Resto Lombok Idjo adalah masakan rumahan ala ibu, yang seringkali dirindukan.

"Jadi pilihan menu makanannya memang masakan rumahan, sayur asem, sayur bening, balado terong, sambal ijo, sambal terasi. Masakan rumahan yang harganya mulai Rp 10 ribu hingga Rp 71 ribu paling mahal. Itu pun Rp 71 ribu untuk ikan gurami yang bisa dimakan ramai-ramai," tambah Joe.

Kamis, 13 April 2023

Tentang Ayam Goreng Heksa Semarang by qiuslot88

Entah berapa luas Kota Semarang dalam destinasi kuliner yang enak.

Karena setiap sudutnya selalu menemukan makanan yang layak untuk dicoba dan yang menarik dari itu semua adalah rasa yang ‘mewah’ tidak selalu ada di tempat yang mewah.



Tidak jarang juga makanan dengan rasa yang sudah menjadi legenda justru berada di antara gang-gang jalan.

Tersembunyi, tapi tetap ditemukan oleh orang yang sedang mencari ataupun dipertemukan tanpa sengaja.

Salah satu kuliner yang sedang menjadi bahan obrolan di Semarang adalah Ayam Goreng Pakne Heksa.

Warung yang super sederhana ini menempel di tembok toko yang berada di ujung Gang Sidorejo di tepian Jalan MT Haryono.

Warung tenda ini hanya berjarak beberapa langkah saja dari lapak yang sederhana.

Sudah sekitar 22 tahun semenjak warung ini pertama kali berdiri.



Bukne Heksa mengisahkan beliau memulai usaha ini sekitar tahun 1997.

Soal penamaan warung cukup unik.

Dalam tradisi masyarakat di Jawa Tengah, orang tua biasanya dipanggil dengan nama anak pertamanya. Jadi, Pakne Heksa berarti ‘Bapak dari Heksa’, sedangkan ibunya, lebih suka disebut ‘Bukne Heksa’.

Bukne Heksa menjelaskan bahwa Ayam Goreng Pakne Heksa punya satu cabang lagi di kawasan

Ventura terletak di Jalan Ki Mangunsarkoro, Semarang yang dikelola oleh anaknya.

Tempat ini lebih baru dan nyaman serta mulai buka pada siang hari sehingga jika kamu ingin makan di

tempat yang lebih bersih dan  untuk makan siang, kamu bisa mencoba cabang Pakne Heksa yang ada di Ventura.

Warung tenda ini bisa dibilang tidak terlalu luas.

Hanya mempunyai dua meja besar yang kapasitas maksimal  tidak sampai 20 orang.

Setiap hari, warung mulai dibuka dari pukul 17:00 sampai dengan 23:00.

Dikarenakan baru buka menjelang malam hari, warung ini sangat ramai saat jam makan malam.

Jadi kamu mungkin harus bersabar untuk mendapatkan tempat duduk.

Menurut Bukne Heksa, ada tiga hidangan utama yang paling banyak dicari di warung ini yaitu ayam, bebek, serta udang.

Kamu juga bisa memesan sambal sesuai selera seperti mau pedas atau tidak pedas.

Setelah memesan, kamu ada baiknya langsung menunggu di kursi dan menunggu pesanan tiba.

Untuk harga kamu perlu mengocek dompet untuk bebek goreng sebesar Rp 30.000 satu porsi, Ayam goreng Rp 18.000 untuk satu porsi serta Udang goreng Rp 38.000 per porsi.

Rabu, 12 April 2023

Tentang Ayam Goreng Bu Toha by qiuslot88

Ayam goreng kini telah menjadi kuliner sejuta umat di Nusantara.

Hampir di setiap daerah pasti ada menu ayam goreng dengan ciri khas dan cita rasa masing-masing. Nah, jika Anda sedang dalam perjalanan, baik wisata maupun urusan lain di Semarang, ada satu tempat kuliner legendaris yang khusus menyajikan ayam goreng.



Namanya Warung Makan Bu Toha. Alamatnya di jalan raya antara Semarang - Salatiga.

Tepatnya di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Kalau dari exit tol Bawen hanya 3 kilometer arah selatan.

Di sini ayam yang disajikan seluruhnya adalah ayam kampung atau ayam Jawa.

Dan itu dijaga betul oleh penjualnya. Tak sekalipun bahannya diganti ayam pejantan apalagi ayam potong.

"Dari awal jualan itu di sini pakainya ayam kampung.

Biar ayam pejantan maupun ayam potong bisa lebih murah, tapi di sini tetap pakai ayam kampung. Karena jelas rasa dan teksturnya beda, jauh lebih padat dan lebih enak ayam kampung," kata salah satu juru masak di WM Bu Toha.

Seorang tour guide yang sering makan di sini pun mengamini hal itu."Jelas mas.

Ini ayam kampung. Dagingnya kalau dibelah warnanya lebih tua dan teksturnya gempi atau padat tapi empuk.



Beda dengan daging ayam pejantan atau ayam potong yang putih.

Dari dulu tiap mampir ke sini bersama rombongan tur rasa dan teksturnya sama," jelas Ambar, tour guide asal Semarang.

Yang asyik lagi, pembeli bisa pilih bagian ayam sesukanya.

Karena semua daging ayam berbumbu sebelum digoreng, ditaruh di sebuah etalase dan pembeli tinggal ambil apa yang disuka.

Ada bagian paha atas bawah, paha saja, tepong, dada, kepala, maupun hati ampela.

Ada juga bebeknya lho. Setelah dipilih, tinggal taruh di piring dan juru masak akan menggorengnya.

Setelah matang akan dihidangkan di piring besar lengkap dengan lalapan timun, kol, kemangi, dan daun kenikir, Kalau mau nambah petai tinggal digorengkan.

Untuk sambal langsung disajikan dalam cobek batu. 

Nah, sambal di warung makan Bu Toha ini menjadi salah satu faktor yang membuat orang berdatangan ke sini. 

"Sambal di sini asin gurihnya pas, dan yang pasti pedasnya nendang betul.

Cabe dan bawangnya segar, tapi diguyur pakai minyak goreng panas. Jadi ini matang tapi rasa tetap segar," kata penikmatnya.

Harga ayam goreng kampung di sini cukup terjangkau.

Sepotong antara Rp21-22 ribu sudah termasuk sambal dan lalapan.

Untuk nasi Rp5.000 per porsi, dan petai Rp5.000 per papan.


Selasa, 11 April 2023

Tentang Ayam Goreng Pak Supar by qiuslot88



Penjelajah kuliner Semarang, khususnya yang menyukai hidangan ayam goreng dan sop buntut, tentu pernah mendengar mengenai Rumah Makan Ayam Goreng dan Sop Buntut Pak Supar.

Rumah makan di pusat kota Semarang, tepatnya di Jalan Moh. Suyudi No.48, Miroto ini memang sudah kondang dengan dua sajian utamanya yakni ayam goreng dan sop buntut selama puluhan tahun.

Tidak heran jika rumah makan ini selalu ramai jam berapa pun setiap harinya.

Pak Supar memang sudah menjajal kebolehannya memasak sejak tahun 1974.

Hidangan yang dulu ia jajakan dengan gerobak dorong, terus berkembang hingga kini punya rumah makan yang selalu membuat para penggemarnya mengantre.

Maka dari itu, jika kamu berniat mencoba makan di sini, bersiaplah dengan antrean yang memenuhi bagian depan rumah makan.

Selain karena tempatnya memang tidak terlalu luas dengan kapasitas sekitar 50 orang saja, peminat sajian andalan Pak Supar ini juga seolah tak ada habisnya. 

Meski begitu, saya yang datang di siang hari di hari Sabtu, beruntung bisa langsung mendapatkan tempat duduk meski dari luar rumah makan tampak sangat ramai.

Jika kamu datang ke rumah makan ini, pilihlah tempat duduk ternyaman lebih dulu.

Tidak lama, pramusaji akan datang dan menanyakan pesanan. Saya, tentu saja, memilih dua sajian utamanya yakni ayam goreng dan sop buntut.



Tidak sampai sepuluh menit, pesanan saya sudah terhidangkan dengan tampilan cukup menggoda. Oiya, untuk penyajian ayam, ternyata disesuaikan dengan jumlah yang datang.

Jika kamu datang beramai-ramai, pramusaji akan menyajikan sepiring penuh ayam, yang nanti akan dihitung seberapa banyak yang kamu habiskan.

Untuk saya sendiri, disajikan sepotong dada, paha dan sepasang ati ampela.

Pertama-tama, saya mencoba sop buntutnya.

Tampilannya boleh menggoda dengan potongan daging yang besar dan sayurannya pun tersaji dengan potongan yang mantap. Tekstur dagingnya sangat empuk.

Walau saya lebih suka daging sop dengan tekstur masih agak liat, namun daging empuk dalam sop ini masih berterima untuk saya.

Sayangnya, bagi saya rasa kuah kaldunya tidak sebombastis yang saya ekspektasikan.

Saya mengharapkan kaldu yang gurih dan 'nendang', tapi menurut saya, rasa sop buntut di rumah makan ini saya golongkan pada kategori 'aman'.

Dengan harga terbilang cukup mahal, yakni Rp 50.000/porsi, saya mengharapkan rasa yang memuaskan, tapi sayangnya, menurut selera saya, sop buntut di rumah makan ini belum memberikan kepuasan maksimal.

Selanjutnya, saya mencoba ayam gorengnya. Untuk harga Rp 21.000/porsi, potongan ayam di tempat ini tergolong kecil. Namun, mengingat ayam yang diolah adalah jenis ayam kampung, harga tersebut rasanya masih dapat dimaklumi.

Sebagai pendamping, kamu bisa memilih tiga jenis sambal yakni sambal manis, yang secara default langsung disajikan bersama lalapan dan ayam, juga sambal bawang dan terasi dengan harga Rp 5.000/cobek.

Saya memutuskan mencoba semua sambalnya dan sambal favorit saya adalah sambal bawang yang saya campur dengan sambal manis.

Untuk tekstur, ayam goreng Pak Supar ternyata sangat lembut dengan minyak yang membuatnya menjadi gurih.

Empuknya daging ayam ini, tampaknya tidak terlepas dari pilihan ayam kampung muda yang digunakan. Meski begitu, jika kamu penyuka ayam goreng dengan rasa asin dan gurih yang 'merajalela', tampaknya, kamu akan agak kurang terpuaskan dengan bumbu ayam goreng Pak Supar.

Rasa ayamnya terasa enak dan 'bersih', hanya saja kurang menghentak gurihnya.

Saya menduga, Pak Supar tidak menggunakan penyedap selain bumbu alami sehingga ayamnya lezat dengan bumbu-bumbu alami saja. Tetap enak, tentu saja, namun lagi-lagi kurang memuaskan bagi lidah pemuja gurih saya ini.

Kesimpulannya, saya menikmati dua sajian andalan yang legendaris di Semarang ini walau saat menyantapnya, bagai ada kerinduan yang belum terbayar tuntas.

Ada dahaga yang belum benar-benar terbasuhi.

Meski demikian, walau secara pribadi saya merasa kurang puas dengan bumbu dan rasa ayam goreng dan sop buntut Pak Supar, namun pendapat saya ini, bisa jadi berbeda dengan penggemar setianya. Terbukti, rumah makan ini tetap ramai dari waktu ke waktu, menunjukkan banyak orang menemukan rasa yang memuaskan lidah mereka, yang mungkin bisa kamu temukan juga.

Senin, 10 April 2023

Tentang Oseng Mercon Bu Narti Jogja by qiuslot88

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Puluhan orang duduk lesehan di atas tikar di pinggir jalan.

Raut wajah mereka tampak terengah-engah, matanya melotot.

Beberapa sibuk mengelap peluh di keningnya.

Padahal orang-orang ini bukan sedang berolahraga, mereka sedang makan malam!



Ya, situasi ini terjadi di sebuah warung tenda di daerah Kauman, Yogyakarta.

Makanan seperti apa rupanya yang membuat acara makan malam terlihat begitu melelahkan?

Inilah efek dari oseng-oseng mercon.

Makanan kreasi Bu Narti ini kini telah menjadi kuliner khas Yogyakarta.

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Berdiri sejak tahun 1998 saat negara ini sedang dilanda krisis ekonomi, demi meneruskan hidup setelah ditinggal mati sang suami.

Kondang hingga ke berbagai kota, menarik setiap pejalan untuk mencoba.

Mercon, yang dalam Bahasa Indonesia adalah petasan menjadi nama kuliner bukan tanpa sebab.

Buntelan mesiu yang sering dipakai dalam perayaan Imlek dan meramaikan lebaran ini seolah meledakkan dirinya di mulut.



Seperti pejuang berani mati yang mengantar bom ke sarang musuh.

Begitulah oseng-oseng racikan Bu Narti meluluh lantakkan kita.

Membuat mata melotot, terengah-engah sambil mengipas lidah, hingga gobyos kotos-kotos, peluh bercucuran membasahi.

Dilihat dari bentuknya, tak ada yang menarik dari hidangan ini.

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Hanya nasi putih panas ditemani oseng-oseng sederhana berisi kikil, gajih, kulit, dan tulang muda. Orang Jogja menyebutnya koyoran.

Terlihat sangat berminyak, ditambah kepungan irisan cabai rawit yang bijinya menempel di koyoran. Sedikit mengerikan.

Bila didiamkan sebentar saja oseng-oseng ini akan membeku, kaku.

Bukti kandungan lemak yang begitu banyak. Maka makanlah dengan cepat.

Panas nasi putih juga bisa membantu memperlambat proses pembekuan lemak.

Toh, makan mercon selezat ini mana bisa lambat-lambat, semua gerak cepat, tak sabar merasakan ledakan-ledakan selanjutnya.



Kalau-kalau menyerah diserang pedas, menu lain seperti ayam, burung puyuh, dan lele akan membantu memulihkan lidah.

Kapok lombok namanya, begitulah yang dirasakan oleh YogYES.

Terengah-engah kepedesan begitu rupa, tapi tak mau berhenti.

Dan besok rasanya ingin kembali, merasakan lagi ada mercon meledak di mulut.

Menurut Bu Narti, sang empunya warung ini, nama oseng-oseng mercon adalah pemberian dari budayawan Cak Nun.

Konon, beliau sering makan di sini bersama istrinya atau teman-teman seniman.

Saking luar biasa pedas, nama-nama selain mercon juga disematkan untuk oseng-oseng ini, misalnya bledeg dan halilintar.

Bila ingin merasakan sambaran halilintar datanglah di akhir pekan karena khusus di malam minggu, Bu Narti akan melipat gandakan komposisi cabainya.

Bila di hari biasa untuk 50 kg koyoran dicampur dengan 6 kg cabai, maka di akhir pekan Bu Narti akan menambah jumlah cabai.

Seberapa banyak? Beliau merahasiakannya, yang pasti jauh lebih pedas.

Nah, meskipun bukan musim hujan, bersiap-siaplah tersambar halilintar kiriman Bu Narti.

Minggu, 09 April 2023

Tentang Lesehan Malioboro jogja by qiuslot88

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Apabila kita berkunjung ke Malioboro Yogyakarta saat ini, jangan terkejut kalau anda sudah tidak temukan lagi warung lesehan.



Karena jalan Malioboro saat ini telah dikembalikan pada fungsi awalnya, yaitu sebagai wadah nongkrong dan berkreasi seni dan budaya warga.

Lalu kemana warung lesehan Malioboro beberapa waktu lalu sempat menjadi ikon wisata kuliner murah meriah di Jogja itu.

Bagi wisatawan yang sudah jatuh cinta dengan lesehan Malioboro tidak perlu khawatir, karena pemerintah kota Yogyakarta telah merelokasi.



Tempat relokasi itu sendiri masih berada di seputaran Malioboro, hanya saja keberadaan mereka saat ini tidak berada di trotar tetapi terlokalisir.

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Relokasi tersebut diberikan nama Teras Malioboro agar warung lesehan sebagai ikon tidak hilang, dan pengunjung tetap dapat menikmati ciri khas tersebut.

Relokasi untuk menampung pedagang lesehan, di seputaran Malioboro tersebut telah disiapkan dua lokasi yaitu Teras Malioboro 1 dan Teras Malioboro 2.

Teras Malioboro 1 yang melokalisir pedagang lesehan dan pengunjung yang ingin berwisata kuliner, saat ini berada di depan pasar Beringharjo.

Lokasi baru yang disiapkan saat ini juga jauh lebih terlihat bersih dan tertata, sehingga diharapkan pengunjung dapat lebih dapat menikmatinya.

Untuk menuju teras Malioboro 1 dari arah utara atau stasiun tugu, dapat melalui jalan malioboro terus ke arah selatan hingga pasar Beringharjo.

Jika kita dari arah selatan bisa melalui Ngupasan tepatnya jalan Bhayangkara belok ke kiri, disini kita dapat berwisata kuliner berbagai macam makanan.

Mulai dari gudeg jogja hingga makanan-makanan khas Jogja yang lain, termasuk juga minuman khas seperti bajigur dan wedang ronde juga tersedia disini.

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Sedangkan untuk teras Malioboro 2 berada di sebelah hotel Garuda, difungsikan untuk melokalisir pedagang kaki lima yang menjual pernak-pernik.

Pakaian, souvenir, karya seni dan berbagai pernak-pernik lain, yang tepat untuk oleh-oleh dan kenang-kenangan.

Untuk menuju Teras Malioboro 2 dari stasiun Tugu hanya berjarak kurang lebih 300 meter ke arah selatan jalan Malioboro.

Jika dari arah jalan mataram atau dari arah selatan, posisi Teras Malioboro 2 berada di kiri jalan sebelum bagian belakang Hotel Garuda.

Namun bisa juga kita hanya sekedar berjalan-jalan di Malioboro sambil menikmati alunan musik dari seniman jalanan yang mampu melenakan pengunjung.

Demikian sekilas tentang relokasi pedagang kaki lima yang merupakan ikon jalan malioboro, dan kondisi terkini jalan malioboro itu sendiri.

Tentang Seblak Bandung by qiuslot88

Seblak adalah salah satu makanan khas Sunda tepatnya Bandung yang kini populer di kalangan luas. Makanan yang identik bercita rasa gurih ...