Chat with us, powered by LiveChat

Rabu, 10 Mei 2023

Tentang Rujak Cingur by qiuslot88

Siapa sih yang tidak tahu tentang rujak cingur?

Kuliner asal Surabaya ini menjadi salah satu makanan yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia. Namun, dibalik kelezatannya yang luar biasa, ada cerita unik dalam sejarah rujak cingur.



Dilansir dari Fimela, rujak cingur kabarnya sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

Bahkan, makanan ini diyakini bukan berasal dari Indonesia tapi dari Mesir.

Benarkah hal tersebut? Mari simak kisah sejarah rujak cingur berikut.

Sejarah tentang rujak cingur beberapa waktu lalu sempat menjadi perbincangan hangat di Twitter.

Dalam kanal media sosial tersebut, seorang warganet menceritakan bahwa rujak cingur ternyata berasal dari Mesir dan bukan makanan ‘asli’ Surabaya.

Hal ini sendiri berdasarkan sebuah hikayat dari Mesir yang menceritakan bahwa asal-usul nama rujak cingur berasal dari seorang pria bernama Abdul Rozak.

Abdul Rozak adalah seorang koki yang hidup di Mesir pada ratusan tahun lalu.

Suatu hari, Rozak terinspirasi dengan makanan berbahan dasar sayuran yang banyak dimakan oleh orang-orang Eropa.

Dia lantas mencoba sebuah resep dengan mencampurkan berbagai macam sayuran seperti kecambah, daun bayam, bengkoang, sampai nanas.



Agar lebih nikmat, Rozak menyiram makanan tersebut dengan saus kacang.

Tak disangka, makanan sederhana tersebut memiliki rasa yang lezat dan banyak disukai.

Hingga akhirnya Raja Firaun membuat sebuah sayembara untuk rakyatnya bahwa ‘Siapa saja yang membawakannya makanan istimewa dan enak, maka akan dikabulkan semua permintaanya’.

Dalam hikayat tersebut, Rozak mencoba mengikuti sayembara dan berhasil menang dengan menyajikan rujak yang diambil dari namanya sendiri.

Rozak lantas meminta sebuah kapal yang digunakannya untuk berlayar ke luar negeri.

Pada akhir hikayat tersebut, Abdul Rozak disebut tiba di Tanjung Perak, Surabaya dan mulai menyebarkan resep ini ke masyarakat sekitar.

Dia juga mulai menemukan formula untuk menyempurnakan resep rujak tersebut dengan menggabungkan cingur sapi, petis, dan juga pisang klutuk yang ada di Indonesia.

Namun, sayangnya kisah hikayat ini masih belum bisa dijelaskan secara scientific karena terbataskan sejarah.

Beberapa ahli makanan tanah air pun menyebut sejarah rujak cingur ini hanyalah ‘guyonan’ belaka untuk semakin mempopulerkan rujak cingur di dalam negeri.

Dilansir dari Tirto.id, pengamat kuliner di Jawa Timur dari Universitas Brawijaya, Ary Budiyanto memberikan pendapatnya.

Dia mengatakan sejarah rujak cingur berawal dari makanan salad buah yang dibawa oleh pihak kolonial Belanda di Indonesia.

Salad buah itu lantas berbaur dengan makanan lokal bernama djanganan.

Djanganan adalah salah satu resep kuliner yang dibuat berdasarkan campuran kacang panjang, tauge, kol, daun kacang, timun, kangkung, dan buncis.

Dalam buku Kokki Bitja, Kitab Masak-Masakan Hindia, Jang Baharoe dan Sampoerna (1864) yang ditulis oleh Cornelia, djanganan juga disiram menggunakan saus cabe, gula merah, terasi, asam, dan petis.

Ary pun lebih percaya bahwa rujak cingur merupakan percampuran makanan asli Belanda dengan berbagai macam bahan lokal di tanah air dibandingkan berasal dari Mesir.

Hal ini dikuatkan dengan tidak cukup banyaknya bahan makanan untuk membuat rujak cingur di Mesir.

Sehingga teori sejarah rujak cingur merupakan makanan kesukaan Raja Firaun hanya berakhir sebagai mitos belaka.

Demikian tadi ulasan lengkap tentang sejarah rujak cingur.

Ternyata makanan ini tak hanya terkenal karena kelezatannya, tapi juga memiliki kisah masa lalu yang luar biasa.

Apalagi rujak cingur konon katanya jadi salah satu makanan favorit Raja Firaun di Mesir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tentang Seblak Bandung by qiuslot88

Seblak adalah salah satu makanan khas Sunda tepatnya Bandung yang kini populer di kalangan luas. Makanan yang identik bercita rasa gurih ...