Chat with us, powered by LiveChat

Selasa, 09 Mei 2023

Tentang Batagor Bandung by qiuslot88

Batagor, mungkin sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Pulau Jawa.

Yang masih belum tahu kata ini pasti tahu kalau batagor adalah jajanan tradisional yang berasal dari tanah sunda. 



Batagor adalah makanan yang terbuat dari ikan dan tepung yang dibungkus dengan pangsit atau tahu. Hidangan ini sangat mirip dengan baso tahu kukus, hanya saja bahan dasarnya sama.

Yang unik dari batagor ini adalah terbuat dari baso tahu yang dikukus

Makanan tradisional ini dapat dengan cepat berkembang di tanah Jawa karena rasanya yang enak dan  cita rasa asli Indonesia.

Hanya saja masakan ini bisa dikatakan cukup mengenyangkan dengan banyak karbohidrat dari tepung dan protein dari tahu. 

Tentunya sangat cocok bagi para pecinta kuliner yang suka mengenyangkan makanan ringan. 

Berasal dari negeri Sunda, Taste Atlas pernah menobatkan makanan ini sebagai makanan tradisional terbaik se-Asia tahun 2021.

Jadi jangan heran kalau makanan ini termasuk makanan terlezat di Asia.

Namun ada fakta unik lain tentang jajanan favorit orang Indonesia ini, simak penjelasannya berikut ini. 

Sejarah Batagor

Jajanan khas Kota Bandung ini rupanya memiliki sejarah yang cukup menarik untuk dibahas.

Pasalnya, ternyata makanan ini tidak 100% buatan orang Sunda, melainkan pertama kali diracik oleh masyarakat Jawa Tengah.



Pedagang pertama yang memperkenalkan masakan ini adalah penjual bakso tahu kukus bernama Isan

Mengutip dari berbagai sumber, Isan baru pertama kali mementaskan batagori.

Isan yang merupakan pendatang asal Jawa Tengah datang ke Tanah Sunda untuk mencari peluang kerja. Namun, saat datang ke kota Bandung, mencari pekerjaan di kota kembang mungkin tidak semudah yang ia pikirkan. Karena itu, ia harus menganggur selama tiga bulan saat tiba di Bandung.

Karena Isan tidak dapat pekerjaan, akhirnya ia memutuskan untuk ikut berjualan bakso tahu kukus. Pada akhir 1960-an, ia mulai berjualan bakso tahu kukus di Kopo sewaan di Bandung.

Isan mengatakan, dia membuat bakso tahu goreng karena penjualannya saat itu  tidak terlalu bagus, dan akhirnya dia membagikan dagangannya ke tetangganya.

Ia pertama kali membuat bakso tahu goreng pada tahun 1968, namun kemudian ia masih membagikan sisa bakso kepada tetangganya dan mulai menjualnya pada tahun 1970-an.

Dia menyajikan bakso tahu yang sudah digoreng  agar tidak cepat habis.

Karena sering berbagi bakso tahu goreng, banyak tetangganya yang  mulai  memesan bakso tahu.

Penjual bersuara lembut itu tidak menyangka  bakso tahu gorengnya yang biasa saja bisa menjadi peluang penjualan baru.

Pengembangan bisnis 

Saat mencoba berjualan bakso tahu goreng, ternyata makanan tersebut bisa diterima oleh pembeli lain. Lambat laun usaha bakso tahu mulai berkembang dan cara pengolahan bakso tahu goreng pun  berubah.

Awalnya ia membuat batagori setelah bakso tahu dikukus, lalu digoreng.

Namun, cara tersebut memakan waktu lama, sehingga ia mengganti cara penyajiannya dengan menggoreng batagori mentah langsung dengan pasta atau tahu.

Alhasil, batagornya tetap renyah dan tidak mengubah  rasa aslinya, sehingga ia menggunakan cara tersebut untuk membuat batagornya.

Kabar bakso tahu gorengnya menyebar ke luar kota, maka pada tahun 1985 ia mulai berjualan di rumah yang lebih besar.

Setelah membuka tokonya, batagor miliknya menjadi terkenal dan pada tahun 1991 tempatnya diberi nama Batagor Haji Isan.

Meski penemu batagori meninggal dunia pada tahun 2010, usahanya terus berkembang dan akhirnya memiliki nama yang sangat terkenal di Indonesia.

Bahkan setelah boom makanan, pedagang kaki lima lainnya mulai menggunakan batagori sebagai peluang bisnis.

Hingga saat ini penjual batagori semakin berkembang dan terus banyak disukai oleh masyarakat Indonesia.

Makanan yang diproduksi secara acak dapat memberi banyak orang buah-buahan manis untuk memenuhi kebutuhan finansial mereka.

Minggu, 07 Mei 2023

Tentang mie Kocok Bandung by qiuslot88

Ingin lidah anda bergoyang karena menikmati kelezatan makanan? Cobalah mie kocok, salah satu kuliner khas Nusantara yang cocok disantap dalam berbagai suasana.

Mie kocok merupakan kuliner lintas generasi karena bisa dinikmati oleh siapapun, baik anak-anak hingga orang tua.

Meski penjualnya ditemukan di berbagai daerah, ternyata mie kocok berasal dari Bandung, Jawa Barat.

Tidak diketahui bagaimana mie kocok ini ditemukan. Tapi yang pasti, mie berasal dari Tiongkok sekira 4000 tahun lalu.



Menurut Suryatini N. Ganie dalam Dapur Naga di Indonesia, hal itu dibuktikan dari penemuan sekelompok arkeolog di wilayah Lajia di bagian utara Tiongkok berupa sebuah guci yang di dalamnya terdapat mie halus berwarna kekuningan dengan panjang sekira 50 cm.

Analisis lebih lanjut menunjukkan mie tersebut terbuat dari biji-bijian rumput, bukan dari tepung gandum sebagaimana lazimnnya dewasa ini.

Dari Tiongkoa, mie menyebar ke penjuru dunia, termasuk Indonesia. “Mi dibawa ke kepulauan Nusantara oleh para pedagang Tiongkok yang datang untuk mencari rempah-rempah, tetapi kemudian malah menetap, terutama di pesisir utara pulau Jawa,” tulis Suryatini.

Mie kemudian diolah menjadi beragam sajian makanan yang disukai hampir semua kalangan.

Salah satunya mie kocok.



Menurut Badri Hidayat dkk dalam 100 Tempat Jajan dan Makanan Legendaris di Bandung, nama mie kocok berasal dari cara pembuatannya, yaitu dengan mencelup-celupkan dan mengocok mie dan tauge ke dalam air panas hingga sedikit layu.

Di Jawa Tengah, terutama Wonosobo, ditemukan mie kopyok yang teknik pembuatannya sama persis. Meski begitu, tidak semua warung makan yang menyediakan mie kocok menggunakan cara pengolahan demikian.

Mie kocok menggunakan bahan baku mie telor. Mie jenis ini mudah dijumpai di pasar tradisional maupun supermarket.

Meski demikian, pengusaha warung mie kocok lebih suka membuat mie sendiri ketimbang membeli yang sudah jadi. Selain dirasa lebih murah, hal ini tentu untuk mempertahankan citarasa khas yang dimiliki pengusaha yang membuka warung mie kocok tersebut.

Selain mie telor sebagai bahan utamanya, kuliner ini menggunakan bahan-bahan lain seperti sayuran sawi dan tauge, daging, bakso, daun bawang, dan bawang goreng.

Membuat mie kocok ternyata tidak serumit yang dibayangkan.

Mulanya, masak air hingga mendidih. Kemudian masukkan mie telor beserta sayuran sawi dan tauge. Setelah itu dilanjutkan dengan memasukkan potongan daging dan bakso.

Setelah mie dan sayuran sudah tampak layu, barulah dimasukkan bumbu. Bumbu yang digunakan untuk membuat kuah kaldunya terdiri dari kemiri, bawang putih, merica, dan garam. Selain bahan utama mie telor, bumbu inilah yang juga menentukan citarasa dari mie kocok Bandung.

Tapi jika Anda lebih suka yang praktis, datangi saja penjual mie kocok. Rasanya tentu lebih nikmat dan menggoyang lidah.

Umumnya penjual memiliki cara pembuatan dan penyajian masing-masing yang menjadi ciri khasnya.

Beberapa penjual mie kocok menggunakan bara api dari arang agar kaldu dan aroma lebih terasa.

Kaldu biasanya didapat dari daging, kikil, dan tulang yang berisi sum-sum yang direbus selama berjam-jam. Dengan cara ini aroma kaldu terjaga, sementara daging dan kikilnya lembut saat dinikmati di lidah.

Untuk bumbu, ada yang menambahkan daun salam, sereh, dan jahe untuk menghilangkan bau anyir tulang.

Ada juga yang menambahkan kunyit, ketumbar, tenggiri, serta bawang putih untuk menambah rasa serta aroma kuah.

Penjual mie kocok bisa ditemui di banyak tempat di Indonesia, terutama di Bandung. Ada yang menjual dengan gerobak keliling, di warung kaki lima, kafe dan restoran, hingga hotel.

Usaha mie kocok ditekuni sejumlah orang sejak dulu.

Koran Algemeen Indisch dagblad yang terbit tanggal 14 Februari 1947 memajang sebuah iklan restoran di Bandung bernama Hoa Sang.

Selain memiliki menu ala Eropa, restoran ini punya menu andalan, yakni mie kocok dan mie pangsit. Pengelolanya adalah Lim Tjie –anaknya, Lim Wasim, di kemudian hari menjadi salah satu pelukis istana kesayangan Presiden Sukarno.

Menurut Haryoto Kunto dalam Semerbak Bunga di Bandung Raya, keberadaan mie kocok paling tenar ada di kawasan Bojongloa, Pasirkaliki, dan Kebun Binatang.

Sementara R.O. Simatupang dalam Pedoman Tamasja Djawa Barat yang terbit tahun 1960-an menyebut mie kocok yang terkenal berada di Kebon Tangkil (Gardu Jati), di seberang dari penyewa perabotan Lim Tjhia. “Tetap selainnya itu ada banyak juga yang menjual keliling,” ujar Simatupang.

Kini, penjual mie kocok legendaris tersebar di beberapa kawasan di Kota Bandung. Beberapa di antaranya berdiri pada 1960-an dan 1970-an.

Sebut saja Mie Kocok Haji Endan, Mie Kocok Persib, Mie Kocok Subur, Mie Kocok Saad, Mih Kocok Bandung Mang Dadeng, Mie Kocok SKM, dan Mie Kocok Cepay.

Harga satu porsi mie kocok lengkap dengan campuran daging dan bakso relatif terjangkau sehingga masyarakat umum bisa menikmati kuliner khas Nusantara yang satu ini.

Apalagi banyak penjual mie kocok ditemukan di berbagai tempat dengan beraneka label dan brand.

Jumat, 05 Mei 2023

Tentang Semanggi suroboyo by qiuslot88

Semanggi atau Pecel Semanggi adalah sejenis makanan khas Surabaya, Jawa Timur, dibuat dari daun semanggi yang dikukus dan kemudian dinikmati dengan sambal pedas yang nikmat.

Semanggi juga dapat dihidangkan dengan kecambah, kangkung, kerupuk puli yang terbuat dari beras, serta bumbu yang terbuat dari ketela rambat.



Saus atau bumbu yang digunakan dalam makanan semanggi memiliki bahan baku serta rasa yang berbeda.

Di Banyuwangi, sambal semanggi dibuat dari cabai, serai, belimbing, dan sedikit gula jawa.

Penjual semanggi di Surabaya menggunakan sambal yang dibuat dari gula jawa (lebih banyak), terasi, dan cabai.


Pecel Semanggi Surabaya sejak zaman dahulu biasanya dijual oleh kaum ibu-ibu menggunakan jarit dan selendang untuk memanggul keranjang semangginya, berjalan kenes dan berteriak-teriak menawarkan dagangannya di perkampungan ataupun pasar tradisional di Surabaya. Penyajian pecel tersebut sangat khas karena ditiriskan di atas pincukan daun pisang dan menggunakan sendok dari kerupuk puli yang terbuat dari beras. Dalam seporsi pecel, daun semanggi kukus ditiriskan dengan berbagai sayuran pelengkap seperti kangkung, kecambah, kembang turi, dll., lalu disiram dengan bumbu pecel kaya rasa berbahan paduan sambal kacang dan ubi jalar.




Pecel Semanggi Surabaya juga diabadikan dalam bentuk karya seni musik keroncong berjudul Semanggi Suroboyo yang diciptakan dan digubah oleh seorang musisi keroncong, S. Padimin pada era tahun 1950-an. Musik tersebut menggambarkan pecel semanggi (juga lontong balap) yang dijual dan kerap dikonsumsi oleh warga Surabaya. Selain daripada itu, Pecel Semanggi Surabaya sering dimunculkan dalam kesenian ludruk. Sering dalam setiap pertunjukan, dimunculkan lakon penjual pecel semanggi, yang menggambarkan situasi dan kondisi tentang kehidupan sehari-hari warga Surabaya.

Kamis, 04 Mei 2023

Tentang Lontong Balap Pak Gendut Surabaya by qiuslot88

Berbicara mengenai kuliner khas Surabaya, tentunya yang diingat adalah lontong balap.

Salah satu lontong balap legendaris di Surabaya ialah Lontong Balap Pak Gendut.



Kuliner ini sudah ada sejak 1958.

Lontong balap isinya lontong, ditambah tauge, irisan tahu goreng, lentho serta taburan bawang goreng. Pelengkapnya ada sate kerang.

Menu ini selalu dicari karena rasanya yang enak.

Kenikmatan kuliner dengan cita rasa gurih dan sedikit manis ini, bisa ditemukan di Jalan Embong Malang Nomor 38, Genteng Surabaya.



Ciri khas sate kerang di lontong balap Pak Gendut ditambahkan bumbu kecap yang semakin menggugah selera makan.

Satu porsi lontong balap legendaris Kota Surabaya ini harganya Rp17 ribu.

Untuk satu porsi sate kerang, Anda cukup menambah Rp17 ribu saja.

Porsinya lumayan juga untuk membuat perut kenyang.

Sejarah

Awalnya, Abdul Rochim atau biasa disapa Pak Gendut menjajakan lontong balap dengan rombong pikulan.

Ciri khas rombong pikulan ini juga masih dipertahankan di warungnya.

Setelah itu, Pak Gendut berpikir untuk mendirikan warung pertamanya bertempat di trotoar Jalan Kranggan Surabaya, pada 1958.

Ia memakai nama Lontong Balap Garuda.

Warung tersebut kemudian diwariskan kepada anaknya tahun 1987.

Namanya diubah jadi Lontong Balap Pak Gendut, pada 1995.

Sehubungan dengan adanya penertiban pedagang kaki lima (PKL) oleh Pemkot Surabaya, Pak Gendut mencari lokasi berjualan yang strategis.

Ia lantas pindah ke sebuah ruko di Jalan Prof Dr Moestopo, sekaligus membuka cabang di Jalan Embong Malang.

Itu dilakukan pada Oktober 2012 silam.

Saat ini, lontong balap Pak Gendut hanya berpusat di Jalan Embong Malang.

Cabang yang lain sudah ditutup akibat pandemi COVID-19.

Warung ini dikelola oleh putranya bernama Aris.

Ia tetap mempertahankan resep lontong balap warisan sang ayah, khususnya lento dan sambal buatan sendiri tanpa ada campuran.

Resep warisan itu yang membuat kuliner legendaris ini menjadi favorit warga Kota Surabaya, bahkan terkenal hingga ke luar kota.

Tak bisa datang langsung ke warungnya, banyak pelanggan yang pesan layanan ojek online.

Sebagai informasi, lontong balap Pak Gendung buka mulai pukul 09.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Rabu, 03 Mei 2023

Tentang Warung Kongde Surabaya by qiuslot88

Warung Kongde atau Bokong Gede di Surabaya sudah eksis selama 25 tahun.

Ada kisah unik dari nama warung plus aneka lauk yang mencuri perhatian ini.



Pemilik warung Siti Maisun atau Bu May menyebut nama Kongde ini lahir dari celetukan para pembeli.

Para pembeli ini juga kerap bercanda dan menamai sendiri menu makanannya dengan nama yang aneh-aneh.

Bu May juga mengaku langganannya kebanyakan polisi di Polrestabes Surabaya hingga Polda Jatim.

Saking hafalnya, mereka sudah tak canggung lagi untuk bercanda terkait nama-nama unik dari menu makanan Bu May.

"Biasanya kan orang-orang makan itu kadang kusruh-kusruh langganan-langganan lama itu.

Kalau waktu Kongde itu kan polisi-polisi waktu saya nguleg itu bilang itu bokong apa tong sampah, gitu.



Mulai dari polisi Polrestabes, Polda Jatim. Pak Toni sama pak Iwan, masih banyak yang langganan, tapi juga banyak yang pensiun," kata Bu May di warungnya

Sementara dalam sehari, Bu May mengaku tak menghitung berapa banyak porsi yang dia jual.

Dia menyebut menghabiskan 75 kilogram beras dalam sehari.

Selain itu, untuk cuminya, Bu May menghabiskan hingga 50 kilogram.

Di warung ini, cumi ngac*ng merupakan kudapan yang paling laris manis.

"Banyak non. Kalau berasnya itu 3 sak 75 kilogram.

Banyak juga porsinya, ndak bisa dihitung.

Parunya kadang setiap hari 10 kilo, cuminya 50 kilo, dagingnya 20 kilo," paparnya.

Bahkan, jika datang menjelang pukul 15.00 WIB, sudah dipastikan banyak olahan di sini yang telah habis.

Bu May mengaku usahanya ini merupakan turun temurun dari kakaknya.

"Saya di sini 25 tahun, buka dari jam 07.00 WIB sampai jam 15.00 WIB. Kalau sudah jam 15.00 WIB itu nasi ngawur.

Karena banyak yang habis, ndak lengkap.

Ini usaha dari kakak saya dan saya. Resep turun temurun.

Saya asli Madura tapi tinggal di sini," pungkasnya.

Jika ingin mencoba sensasi cumi ngac*ng hingga jemb*t Belanda, tak rugi rasanya mampir ke Warung Kongde.

Warungnya bertenda biru.

Pilihan nasinya komplet. Nasi campur, nasi rawon, nasi sop, nasi gule, nasi kotokan pe, nasi madura, nasi cumci-cumi, nasi krengsengan, nasi penyetan ayam hingga nasi sayur bening.

Lokasinya di dekat perkantoran, tepatnya di Jalan Bubutan II Surabaya.

Selasa, 02 Mei 2023

Tentang Sego Babat Mbok Lemu Surabaya by qiuslot88

Akhir-akhir ini kuliner di Surabaya dan Malang dipenuhi dengan menu makanan yang berkiblat dari nasi Madura, ada yang menyebut makanan tersebut nasi bhug atau nasi madura. Pun di Surabaya banyak sekali kuliner Madura yang sering dijadikan "jujugan" para pecinta kuliner, sebut saja Depot Suramadu, Ibu Iyan yang ada disekitaran pasar Atom dan Nasi Madura Bu Hamina di Pegirian.



Tiga nama warung Madura diatas namanya tidak perlu diragukan lagi, kalo belum pernah dengar pertanda bukan penjelajah kuliner Surabaya wkwkwkw... Tapi masalahnya ketiga warung tersebut jauh sekali dari pusat kota Surabaya karena berada di Surabaya Utara yang macet, bahkan kalo dari rumah saya bisa ditempuh hingga 1,5 jam. Ya, maklumin rumah daerah pinggiran yang harus naik tol dulu.

Nah, ketika iseng sehabis nongkrong cantik didaerah Surabaya Barat, saya nggak sengaja menemukan warung Madura juga. Namanya "Mbok Lemu Sego Babat Madura", nggak pake sensi kayak saya nyebut nama warungnya wkwkwk.. Kalo ingin mencari menggunakan GPS setting alamatnya kurang akurat, bukan berada di Raya Darmo Permai I no:27 tetapi no:31, selisih 4 bangunan dari GPS.



Sampai lokasi, gile ramai benar warungnya. Selain deretan mobil, banyak motor abang gojek yang berjejer sedang memesan makanan buat para pelanggannya. Didalam warung juga tak kalah ramainya, ada sekitar 15-an meja dengan kapasitas 4 orang. Untunglah ada satu meja kosong buat saya. Well, Mbok Lemu ini bukanlah kaki lima, melainkan lokasinya berada di teras depan sebuah rumah yang cukup nyaman untuk dijadikan tempat makan.

Untuk memesan makanan langsung saja menuju kasir. Ada sekitar 5 menu, tapi saya hafalnya cuma yang Nasi Campur Babat (18k) dan Nasi Empal Campur (20k) yang menjadi pesanan saya. Untuk minumnya sih standart seperti Es Teh, Es Jeruk dan air mineral. Kalo mau gorengan ada juga seperti tahu isi dan ote-ote yang letaknya tak jauh dari meja kasir.

Setiap pesanan ini lauknya di goreng setelah ada pesanan, jadi disajikannya bukan dalam keadaaan lauk yang dingin. Suasana dapur tempat menggoreng yang outdoor jadi saya bisa melihat ketika digoreng dan saya suka dengan kebersihannya meskipun suasananya sangat ramai pengunjung.

Katanya kalo mampir di "Mbok Lemu Sego Babat Madura" ini harus siap-siap antri dan sabar, tapi saya beruntung menu yang saya pesan cepat penyajiannya. Penampilan Nasi Campur Babat terdiri dari nasi putih dengan jeroan babat, paru, usus ditambah dengan serundeng dan sambal bawang. Sedangkan Nasi Empal Campur merupakan perpaduan Empal dan Babat berserta temannya dengan serundeng dan sambal bawang juga.

Buat para lelaki seperti mas suami, untuk nasinya menurutnya minimalis nggak banyak. Untuk lauk saya bilang kurang kaya bumbunya, namun terobati dan tersamarkan dengan sambalnya yang pedas bikin dromos. Jangan remehin sambalnya yang terlihat minimalis karena segitu aja bikin saya ngelap keringat ngabisin tisu. Salah saya sendiri kepedean nyampur sambalnya ke nasi kayak lagi masak nasi goreng.

Sekedar mengingatkan, kalo makan nasi Madura yang identik dengan jeroan jangan lupa pake penetralisir seperti nanas atau mentimun biar nggak merasa berdosa. Maklum semua menu dari Madura itu selalu berciri khas dengan yang namanya jeroan. Jadi penasaran nih, "Apakah di Madura itu memang sukanya dengan jeroan?" Mungkin saya harus bertandang dulu ke Madura biar tahu jawabannya.

Overall, kalo kamu sedang berada di daerah Barat, boleh banget "Mbok Lemu Sego Babat Madura" ini dijadikan daftar kuliner. Meski menurut saya kurang bumbu di lauknya tetapi harga yang standart dan sambal bawangnya enak, kuliner ini bisa ngobatin untuk yang kangen dengan warung-warung Madura yang ada di Surabaya Utara.

Senin, 01 Mei 2023

Tentang Rawon Setan Surabaya by qiuslot88

Jika kamu mendengar “rawon setan” pasti kamu membayangkan bahwa makanan ini bercita rasa sangat pedas atau makanan yang berasal dari negeri mereka.

Ya kamu salah kenapa makanan ini disebut sebagai rawon setan karena uniknya jam buka warungnya yaitu sekitar pukul 23.00 WIB dini hari.



Bisa dibayangkan betapa larutnya hari ketika warung ini buka namun orang-orang selalu berdatangan mengkrubungi si gentangan hitam lezat nan gurih ini di waktu tengah malam sudah pasti makanan satu ini menjadi makanan favoritnya orang Surabaya.

Makanan dengan kuah hitam kental ini sanggup membuat semua orang mabuk kepayang dengan bumbu khasnya yang biasa dicampur keluwak yang membuat kuahnya hitam pekat dan tentunya bumbu rahasia tergantung warung Rawon Setan Surabaya yang kamu jajaki.

Jenis isi/lauk daging juga bervariasi ada yang berisi potongan daging, jeroan, telur, dan buntut sapi tergantung dari pengunjung yang memesan

Mbah Musiati sudah mengawali usaha rawon sejak tahun 1953, warungnya dahulu berada di pinggir jalan Embong Malang berdekatan dengan gedung NIROM (RRI) yang tempatnya tak begitu luas, sudah bertegel dan bercat.

Di dinding warung juga di tempel foto tokoh-tokoh yang pernah singgah dan makan seperti para artis dan pejabat.

Mbah Musiati membuka warung usahanya pada jam yang tidak biasa yaitu sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.



Maklum saja warung Mbah Musiati melayani para pekerja malam.

Kian lama warung mbah musi kian ramai pengunjung kemudian pada tahun 2004 Mbah Musiati memutuskan menyewa sebuah ruko tiga lantai tepat di depan rumahnya seharga Rp 40 juta pertahun.

Suatu ketika Mbah Musiati memilih untuk berhenti berjualan rawon karena kesehatannya yang kian mengkhawatirkan yang kemudian warungnya dikelola oleh cucu dan menantunya mbak Endang dan Bu Sup yang dahulunya mereka juga sudah membuka warung rawon atas nama mereka, kemudian mereka berkolaborasi setelah mbah musiati mewariskan warung rawon setan, mereka bergantian menjaga warung warisan tersebut yang kemudian hari masing-masing mereka memutuskan tidak lagi berkolaborasi dan memutuskan untuk melanjutkan warung mereka sendiri dengan nama yang sama.

Pada masa pengelolaan oleh mantu dan cucunya warung sudah dibuka lebih cepat yaitu sekitar pukul 23.00 WIB.

Warung ini berada di Jl. Embong Malang saat ini menjadi warung Rawon Setan Surabaya yang paling ramai dari seluruh warung rawon setan.

Rawon setan ini gentayangan dibanyak lokasi

Tiga dari empat anak Mbah Musiati memutuskan untuk mengembangkan usaha Rawon Setan Surabaya.

Salah satu yang paling terkenal dan paling ramai pengunjung adalah warung rawon setan milik anak Mbah Musiati yaitu mbak Juwariah dan Lusi yang berada di depan hotel JW Marriot kemudian warung rawon mbak Endang yang berada di beberapa mall dan Pujasera serta warung rawon Bu Sup yang berada di Jl. Tunjangan mereka semua membuka warung dengan nama brand yang sama yaitu warung rawon setan hanya ditambah nama di belakang di penamaan warung setan dan hanya berbeda logo saja.

Soal cita rasa tidak banyak berbeda hanya berbeda varian menu yang disajikan jadi kamu tinggal memilih saja lokasi mana yang paling dekat tentu juga.

Kamu juga tidak perlu khawatir tersesat mencari makanan yang satu ini, pasti semua orang Surabaya yang kamu tanyakan tahu lokasi makanan berkuah hitam ini.

1. Lokasi pilihan

Kamu dapat mengunjungi berbagai warung Rawon Setan Surabaya diberbagai lokasi, di antaranya:

Rawon Embong Malang (Mbahnya) Warung Mbah Musiati pertama berada di Jalan Embong Malang (depan JW Marriott)

Rawon Bu Sup (Mantunya ) Menantunya Mbah Musiati membuka cabang di berbagai lokasi yaitu Jalan Jemursari 138, Jalan Kutisar Utara 42,Jalan Kedung doro 22 b dan G-Walk Cita Raya

Rawon Mbak Endang (Cucunya) Warung Rawon Setan Surabaya cucu mbah musianti berada di Jalan Simpang Dukuh (Depan Kompleks Andika Plaza), Jalan HR Mohammad, Jalan Genteng Kali dan Bandara Internasional Juanda

2. Jam buka warung Rawon Setan Surabaya

Seiring dengan banyaknya peminat dari makanan yang satu ini, warung-warung penyedia rawon setan kini mulai buka pada pukul 07.30 – 22.00 WIB tidak lagi pada jam tengah malam jadi kamu yang pengen banget tidak perlu khawatir keluar tengah malam untuk menyicipi makanan khas Surabaya ini tinggal datang ke gerai warung rawon yang bahkan kini tersedia ketika jam makan pagi.

3. Harga yang di tawarkan

Harga yang ditawarkan untuk seporsi dari rawon bervariasi tergantung dari topping daging yang diinginkan. Biasanya harga disetiap warung yang menjajakan rawon yang satu ini dengan rentang harga yang dibandrol sekitar 25.000 perporsi yang dihidangkan. Jadi kamu tidak perlu merogoh kocek yang terlalu dalam untuk menikmati makanan khas Surabaya ini. Tunggu apalagi kamu harus datang dan mencoba mencicipi kuliner ini agar tak menyesal nanti-nanti.

4. Testimoni Rasa

Soal rasa tidak jauh berbeda dari beberapa warung rawon setan, rawon setan disajikan dengan berbagai topping yang sangat menggugah selera dan potongan daging sapi yang berukuran besar serta dengan taburan bawang goreng yang mempercantik tampilan dan tentunya rasa yang semakin nikmat.

Dagingnya berasa empuk ketika digigit dan kuahnya yang hitam legam berasa gurih yang sanggup menambah selera makan. Juga disediakan lauk tambahan seperti tahu goreng, tempe goreng, telur rebus, telur asin, telur pindang, perkedel, empal daging dan daging sapi tambahan.

Jika kamu pecinta pedas tidak ada salahnya menambahakan sambal kedalam rawon agar rasa semakin nikmat. Rawon juga paling enak disajikan bersama telur asin dan perkedel ditambah sepiring nasi putih hangat. Pemesanan nasi bisa juga terpisah jika kamu hanya ingin memesan rawon tanpa nasi.

Jadi terserah saja jika ingin menikmati rawon dengan berbagai versi yang jelas semua disajikan dengan mirip, nikmat dan pastinya menggugah selera para pecinta kuliner indonesia.

Tentang Seblak Bandung by qiuslot88

Seblak adalah salah satu makanan khas Sunda tepatnya Bandung yang kini populer di kalangan luas. Makanan yang identik bercita rasa gurih ...